Diduga Berijazah Palsu, Camat Alasa Dilaporkan ke Polres Nias

Ijazah Sokhi'aro Zebua Camat Alasa Kabupaten Nias Utara. Dari gelar yang diperolehnya di Universitas Sumatera itu, tahun 2013 yang lalu Bupati Nias Utara menyesuaikan pangkat yang bersangkutan. Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

Ijazah Sokhi’aro Zebua, Camat Alasa Kabupaten Nias Utara. Dari gelar yang diperolehnya di Universitas Sumatera itu, tahun 2013 yang lalu, Bupati Nias Utara menyesuaikan pangkat yang bersangkutan. Pemkab Nias Utara berjanji menyelidiki dan menindak pegawainya yang berijazah palsu. | Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

LOTU, NBC – Seusai penangkapan Rektor Universitas of Sumatera Mursaid Yushar di Medan, seminggu yang lalu, karena diduga menjual ijazah palsu, Pemerintah Kabupaten Nias Utara berjanji menyelidiki ijazah pegawai di jajarannya yang merupakan alumni dari perguruan tinggi tersebut. Jika terbukti, Pemkab Nias Utara akan menurunkan pangkat pemilik ijazah palsu sesuai aturan yang ada. Karena diduga berijazah palsu, salah seorang camat di Nias Utara dilaporkan ke kepolisian.

Saat temu pers di gedung Gereja BNKP Lotu, Kamis (4/6/2015), dikatakan Sekretaris Daerah Nias Utara Idaman Zega, pihaknya masih belum mengetahui bahwa ada pegawai yang berijazah palsu. Walau demikian, mereka akan terus menelusuri hal ini.

“Akan ditelusuri,” kata Idaman saat menemani Bupati Nias Utara Edward Zega saat konferensi pers. Di kalangan masyarakat, fotokopi ijazah atas nama Sokhi’aro Zebua, Camat Alasa, beredar dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat.  (Baca: Gerai Liar Ijazah dan Gelar Palsu)

Idaman mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengetahui jika ada pegawai yang memiliki ijazah palsu. Walau demikian, pihak Pemkab Nias Utara akan membentuk tim guna menyelidiki hal tersebut.

Ditambahkan Edward, bagi pegawai yang terbukti memiliki ijazah palsu akan diberi sanksi penurunan pangkat. Ditanya terkait adanya pejabat Nias Utara, seperti Camat Alasa, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Kadis Pendapatan, yang diduga ijazah sarjananya dari Universitas of Sumatera. Menurut Edward, hal itu pembuktiannya harus di ranah hukum. “Biarkan penegak hukum yang membuktikannya,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada 2013, Edward mengeluarkan surat keputusan pemakaian gelar akademik kepada Camat Alasa Sokhi’aro Zebua dengan surat Nomor: 892.4/10/BKD/2013 tanggal 14 Juni 2013 terkait pemenuhan persyaratan administrasi kepegawaian untuk memperoleh peningkatan pendidikan dan dianggap dapat menggunakan gelar sarjana sosial (S.Sos) sesuai dengan ijazah yang dimilikinya.

Salinan ijazah Sokhi’aro yang diterima NBC tertulis nomor seri ijazah 114.010/X/2012 dengan kop Universitas Sumatera program sarjana S.K. Menteri Pendidikan Nasional R.I. Nomor: 53/D/0/2000. Dengan nomor pokok mahasiswa 08.0101.091, Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik program Studi Administrasi Negara. Tanggal yudisium 19 Oktober 2012. Status kampus terakreditasi No. 018/BAN/PT/Ak-X/S1/8/2007/ tanggal 18 Agustus 2007. Ijazah itu ditandatangani Rektor Drs. H. Marsaid Yushar, MM. PhD, di Bagan Batu, 26 Oktober 2012.

Akan tetapi, setelah NBC menelusuri di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, baik mahasiswa maupun nama Universitas Sumatera itu tidak tertera. Terkait hal ini, masyarakat Alasa telah melaporkan Sokhi’aro ke Polres Nias.

Hingga berita ini ditayangkan, NBC belum berhasil menghubungi Sokhi’aro melalui telepon selulernya.

Jual Ijazah Palsu

Rektor Univesity of Sumatera Marsaid ditangkap oleh Unit Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Medan, Rabu (27/5/2015). Dalam pengakuannya, seperti dikutip sejumlah media lokal di Medan, Marsaid telah menjual ribuan ijazah palsu selama 12 tahun menjalankan praktik ilegal ini.

Ia menjual ijazah program S-2 serta S-3 dengan harga bervariasi mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 40 juta per lembar kepada para pemesan. Saat menangkap Marsaid di salah satu kantornya di Jalan Gatot Subroto No 279, Medan, polisi menyita mesin pencetak, puluhan ijazah S-2 palsu, transkip nilai palsu, dan uang hasil transaksi ijazah palsu Rp 15 juta. [NDH]

Related posts