31 Desa di Kabupaten Nias Sudah Punya Perpustakaan

 

Perpustakaan Desa Lasara Idanoi, Kabupaten NIas. Foto NBC. Nitema.

Koleksi buku di Perpustakaan Desa Lasara Idanoi, Kabupaten NIas | Foto: NBC/Nitema Mendrofa.

GUNUNGSITOLI, NBC – Sebanyak  31 desa dari 170 desa di wilayah Kabupaten Nias telah memiliki perpustakaan sendiri yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Namun demikian, pengelola mengeluhkan banyak buku yang telah dipinjam oleh pengunjung tidak dikembalikan, sehingga koleksi buku di perpustakaan semakin berkurang.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Perpustakaan Kabupaten Nias Manotona Harefa yang ditemui NBC, Selasa (9/6/2015) di kantornya, Jalan Diponegoro, Gunungsitoli.

“Pengembangan perpustakaan bukan hanya di tingkat kabupaten. Desa-desa yang menyediakan lokasi atau tempat, bisa memiliki perpustakaan sendiri. Sekarang sudah ada 31 dari 170 desa yang punya perpustakaan,” ujarnya. Dijelaskan Manotona, syarat adalah menyediakan tempat saja.

Dengan adanya perpustakaan di masing-masing desa, maka siswa SD sampai mahasiswa dan masyarakat umum dapat membaca dan meminjam buku sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Manotona juga memberitahu bahwa Perpustakaan Kabupaten Nias mengelola anggaran sebesar Rp 700 juta bersumber dari APBD Kabupaten Nias 2015. Dari dana tersebut dibelanjakan untuk pengadaan buku, dan biaya kegiatan lomba, kearsipan, dokumentasi dan SPPD petugas di lapangan.

“Setiap tahun, Perpustakaan Kabupaten Nias menggelar beberapa kegiatan. Untuk 2015 ini, diadakan lomba ‘Meringkas Berkualitas’ khusus bagi siswa SMA dan SMK,” terangnya.

Namun demikian, Manotona mengeluhkan bahwa selama ini banyak peminjam buku yang tidak mengembalikan buku sesuai jadwal yang ditentukan. Akibatnya, koleksi buku di perpustakaan semakin berkurang.

“Ya kami berharap dan memohon kepada semua peminjam buku di perpustakaan, agar segera mengembalikannya. Agar buku-buku tersebut dapat dipinjamkan kembali kepada pembaca yang lain,” imbaunya. [TEM]

Related posts