Yasman Hulu, Guru Berdedikasi yang Mewakili Sumut ke Jakarta

Yasman Hulu

Yasman Hulu, guru berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Utara | Foto: NBC/Onlyhu Ndraha

TUGALA OYO, NBC – Yasman Hulu, pegawai negeri sipil yang berprofesi sebagai guru di SDN 078447 Te’olo, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara, ini memperoleh predikat Guru Berdedikasi Se-Sumatera Utara. Atas prestasi tersebut, Yasman mewakili Sumatera Utara untuk perlombaan yang sama di tingkat nasional di Jakarta pada Agustus 2015. Hingga saat ini, pemerintah daerah masih belum memberi apresiasi apa pun atas prestasi Yasman tersebut.

“Puji Tuhan, saat seleksi di Hotel Grand Antares, 5-9 Mei 2015, saya meraih peringkat I dari yang lainnya menjadi guru berdedikasi khusus dari daerah terpencil,” ujar Yasman saat ditemui NBC di rumahnya di Desa Ononazara Kecamatan Tugala Oyo Kabupaten Nias Utara yang melewati Kecamatan Hiliserangkai dan Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias, Senin (25/5/2015).

Meraih peringkat I itu, menurut Yasman, bukan perkara mudah jika dibandingkan dengan saingannya dari daerah lain se-Sumatera Utara. Saat itu, ada 14 orang yang memiliki gelar S-2 dan hanya Yasman yang masih bergolongan rendah. Awalnya, Yasman tidak berharap meraih prestasi itu jika dilihat dari latar belakangnya.

Untuk diketahui, di Nias Utara, Kecamatan Tugala Oyo merupakan salah satu kecamatan yang paling terisolasi dari 11 kecamatan yang ada.

“Materi yang dilombakan meliputi tes tertulis sebanyak 50 soal yang memuat materi kompetensi guru, pendidikan, sosial, kepemimpinan, dan profesionalitas. Lalu tes wawancara terkait Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, dan proses pembelajaran,” kata ayah 4 anak itu.

Tidak hanya itu, kriteria lain yang juga dinilai adalah interaksi dengan sesama peserta lomba, kedisiplinan, dan penyajian makalah dalam bentuk portofolio. Makalah itu berisi karya nyata yang sudah dilakukan guru selama mengajar. Yang dinilai adalah teknik penulisan, tata bahasa, dan kerangka acuan.

“Materi portofolio yang sudah saya susun, yakni masalah siswadi SDN 078447 Te’olo atas kurangnya kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Menurut saya, seorang siswa yang kurang mengerti bahasa Indonesia cukup berpengaruh pada saat proses ujian,” ujarnya.

Dicontohkannya, pada 2013, saat  lomba cepat tepat (LCT) yang diselenggarakan di tingkat Kecamatan Tugala Oyo, siswa yang dibimbingnya mendapat nilai -5. Hal itu terjadi, karena sebelum menjawab, terlebih dulu mereka mengartikan soal ke bahasa Nias dan baru menjawab. Sementara waktu telah berlalu dan banyak yang salah. Dengan memberikan motivasi, alhasil pada 2014 saat mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) siswanya meraih peringkat I dan II tingkat SD se-Kecamatan Tugala Oyo.

“Saat menyajikan makalah, selalu terbayang dalam pikiran, setiap adanya lomba seperti ini yang meraih peringkat I itu tidak pernah keluar dari Kota Medan. Setelah saya menyajikan, saya baru menyadari bahwa materi yang sudah kami persiapkan sesuai kenyataan yang pernah dilakukan dan dapat dikuasai. Saat ditanya penguji, saya tidak belepotan menjawabnya,” kata Yasman yang ditemani istrinya, Nurmawati Hulu.

Uang Pembinaan

Sebagai hadiah dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Yasman menerima uang pembinaan sebesar Rp 5.100.000, biaya akomodasi, dan sertifikat. Selain itu, ia diutus sebagai perwakilan Sumatera Utara untuk berlomba di Jakarta selama 7 hari (12-19/8/2015).

Menurut Yasman, sebelum berlomba ia akan dikarantinya di Medan selama 10 hari (1-10/8/2015). Nantinya akan didampingi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

“Saat dengar kalau saya yang mewakili Sumatera Utara, uang pembinaan yang saya terima waktu itu langsung saya pakai untuk beli buku referensi dan juga mengakses internet. Saya yakin jika berlomba di tingkat nasional pasti mendapat hasil yang baik. Namun, saya khawatir soal bahasa Inggris, karena saya kurang menguasai,” ujarnya.

Saat mengikuti lomba di Medan, dia diutus sebagai guru daerah khusus terpencil tingkat sekolah dasar (SD), sedangkan 3 orang lagi adalah guru tutor paket A, B, dan C. Di Kecamatan Tugala Oyo, yang direkomendasikan adalah Yasman, berhubung guru yang memiliki gelar sarjana dan yang memenuhi persyaratan hanya Yasman.

Yasman berprinsip bahwa ia harus profesional sebagai seorang guru. “Menjadi seorang guru tidak hanya sekadar menjadi guru. Guru tidak hanya sekadar menyampaikan materi dari buku. Tapi harus mampu mentransfer ilmu yang sudah dimilikinya kepada anak didik sehingga anak didik mampu mengimplementasikannya dalam hidup sehari-harinya,” kata Yasman. [NDH]

Related posts