TOLERANSI BERAGAMA

Sukarno Marulafau: Persaudaraan Umat Beragama di Nias Barat Perlu Dipertahankan

Sukarno Marulafau. | Foto : NBC/Aminudin Hia

Sukarno Marulafau pada pembukaan Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten Nias Barat 2015, di Balai Pertemuan Desa Sirombu, Kecamatan Sirombu, Senin (18/5/2015). | Foto: NBC/Aminudin Hia

LAHOMI, NBC — Sukarno Marulafau, salah seorang tokoh masyarakat dan agama Islam di Kecamatan Sirombu, memuji tingginya toleransi antarumat beragama di Kabupaten Nias Barat. Toleransi itu perlu dipertahankan ataupun ditingkatkan menjadi cerminan iman umat beragama kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hal itu disampaikan Sukarno pada acara pembukaan Tilawatil Quran IV Tingkat Kabupaten Nias Barat 2015, yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Desa Sirombu, Kecamatan Sirombu, Senin (18/5/2015).

“Saya salut kepada saudara dan saudari kami non-Muslim di Kabupaten Nias Barat ini. Walaupun tidak terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan yang dilakukan saudaranya yang beragama Islam, mereka selalu memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan kegiatan dimaksud berjalan dengan baik,” ujar Sukarno.

Ia mengatakan, kekerabatan yang diperlihatkan antarumat beragama di Kabupaten Nias Barat itu ialah setiap ada kegiatan yang hendak diselenggarakan, umat beragama lain turut bersama menyukseskan kegiatan tersebut.

“Salah satu contoh yang bisa disampaikan untuk diketahui oleh masyarakat, pada pelaksanaan Tilawatil IV Kabupaten Nias Barat ini, saudara dan saudari kami non-Muslim turut bersama gotong royong membersihkan lokasi dan tempat penyelenggaraan kegiatan dan lain-lain,” papar Sukarno.

Ia melanjutkan, yang lebih terpuji lagi, setiap ada kegiatan yang diselenggarakan oleh salah satu umat beragama, tidak ada yang menodainya melalui gejala-gejala sosial pemicu terjadinya gangguan kesuksesan kegiatan umat dimaksud.

Selain itu, ujarnya, umat Islam juga tidak ketinggalan apabila ada kegiatan yang diselenggarakan umat Kristen. “Kami juga siap memberikan kontribusi dalam bentuk dukungan kerja sama turut melakukan gotong royong, mau terlibat dalam kegiatan-kegiatan. Begitu juga fasilitas gedung yang kami punya diberikan untuk dipakai,” ucap Sukarno.
Ia berharap, umat beragama dapat saling menghargai satu sama lain, bekerja sama membantu dan menjaga, baik dalam keadaan suka maupun duka, tidak memicu terjadinya gejolak sosial, agar persaudaraan yang tampak menjadi pelita dalam kehidupan bersama. Ini merupakan cerminan iman kita kepada Tuhan Yang Mahakuasa. [AMI/FIR]

Related posts