KESEHATAN

Sejak Bayi, 2 Bocah Ini Alami Kulit Melepuh

 

 

Ribka dan Hardin

Berkat Hulu (8) dan Ribka Hulu (4), anak-anak pasangan Hardin Hulu dan Senimawardi Harefa, sejak bayi menderita kulit melepuh, Sabtu (16/5/2015), di Desa Fulölö, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara. | Foto: NBC/Onlyhu Ndraha

ALASA, NBC – Dua anak di keluarga Hardin Hulu, yakni Berkat Notatema Hulu (8) dan Inggrik Ribka Lestari Hulu (4), sejak bayi menderita kulit melepuh, di Desa Fulölö, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara. Keluarga pun menganggap penyakit ini akibat diguna-gunai orang. Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara belum mengetahui kejadian yang dialami keluarga itu.

Ratina Lase, nenek kedua bocah itu, menuturkan kepada NBC, 8 tahun silam, Berkat, cucu ketiganya, lahir dalam  keadaan normal. Namun, seminggu kemudian, kulit di sekujur tubuh anak itu mulai mengelupas dan melepuh. Ayah bocah itu, Hardin, dan ibunya, Senimawardi Harefa, berupaya membawanya ke RSUD Gunungsitoli dan juga ke pengobatan tradisional di kampung. Namun, penyakitnya tidak kunjung sembuh hingga Berkat duduk di bangku kelas 3 SD.

Berkat Hulu (8) dan Ribka Hulu (4) anak pasangan Hardin Hulu dengan Senimawardi harefa di Desa Fulolo Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara, sejak lahir menderita kulit melepuh. Sabtu (16/5/2015). Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

Berkat Hulu | Foto: NBC/Onlyhu Ndraha

Ratina melanjutkan, kesedihan pun bertambah di keluarga mereka. Saat Ribka lahir, cucunya yang keempat itu dalam keadaan normal. Hanya seminggu setelah menghirup udara segar, penyakit yang diderita Berkat pun menimpa bayi perempuan mungil itu.

“Berkat dan Ribka sejak kecil sudah menderita penyakit ini. Kulit mereka selalu terkupas. Orangtuanya sering membawa ke puskesmas dan RSUD Gunungsitoli, tetapi tidak kunjung sembuh. Kami tidak mengetahui nama penyakit ini. Karena tidak sembuh-sembuh, kami mengira ini diguna-gunai orang,” kata Ratina, dengan mata memerah, kepada NBC, di rumahnya di Fulölö, Sabtu (16/5/2015).

Keluarga berharap ada dermawan yang mau memberikan pertolongan kepada kedua bocah yang mengalami penyakit kulit itu. Sebab, pemerintah hingga kini sepertinya tidak peduli atas penderitaan kedua bocah tersebut. “Kami berharap ada yang membantu kami,” ujarnya.

Saat NBC berbincang dengan Berkat, bocah itu fasih berbicara dan tampak berani, sedangkan Ribka hanya mengulurkan tangannya tanpa banyak bicara.

Tidak Mengetahui

Dokter spesialis anak, Tati dan Dewi, yang dijumpai NBC di RSUD Gunungsitoli serta diperlihatkan foto kedua anak tersebut, meminta waktu untuk memberikan keterangan secara medis. Sebab, menurut mereka, kejadian semacam ini jarang terjadi pada anak-anak.

“Kami akan menghubungi kembali Saudara untuk memberikan keterangan secara medis,” ujar Dewi, Senin (18/5/2015).

Di tempat terpisah, ketika NBC menunjukkan foto kedua anak itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara Beritani Gea mengatakan tidak mengetahui hal tersebut. Bahkan, Kepala Puskesmas Alasa dr Jhon Barnes Manihuruk mengatakan hal yang sama.

“Kami tidak mengetahi hal ini. Baru saja saya menghubungi Kepala Puskesmas Alasa via telepon, juga belum mengetahui. Katanya (kedua anak itu) belum pernah berobat,” kata Beritani, seusai menghubungi Jhon Barnes Manihuruk, di dekat kantor Dinas Kesehatan Nias Utara, di Lotu, Selasa (19/5/2015).

Beritani berjanji segera mengirimkan perawat melalui Puskesmas Alasa untuk memeriksa keadaan kedua bocah itu. [NDH]

Related posts