Sampah Menumpuk di Tempat Wisata Luaha Ndroi

Sampah nonorganik seperti plastik dan kain di lokasi Air Terjun Luahan Ndroi di Desa Fulolo Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara mulai menumpuk. Warga dan pemerintah diimbau segera turun tangan menanganni masalah ini agar lokasi itu tertap asri. Sabtu (16/5/2015). Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

Sampah anorganik seperti plastik dan kain di lokasi Air Terjun Luahan Ndroi di Desa Fulolo Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara mulai menumpuk. Warga dan pemerintah diimbau segera turun tangan menangani masalah ini agar lokasi itu tetap asri, Sabtu (16/5/2015). Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

ALASA, NBC – Sampah anorganik seperti plastik, dan kain di lokasi air terjun Luaha Ndroi di Desa Fulölö Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara mulai menumpuk. Diduga sampah dari pengunjung dan juga warga di lokasi pasar Kecamatan Alasa yang berdekatan dengan Kantor Camat Alasa. Dua pondok dengan ukuran 3 x 2 meter yang sudah dibangun Dinas Pariwisata Nias Utara tahun 2014 yang lalu juga penuh coretan hitam. Tong sampah belum disediakan. Namun demikian, akses menuju lokasi wisata ini kini mudah dijangkau.

Pengamatan NBC Sabtu (16/5/2015) sampah seperti plastik mulai tampak dari jarak 30 meter baik di sekitar pondok yang sudah dibangun, apalagi di sekitar kawah air terjun. Keasrian cukup terganggu. Beberapa pengunjung yang dijumpai NBC merasa kurang nyaman dengan tumpukan sampah tersebut. Seperti misalnya Berkati Ndraha yang baru pertama kali berkunjung merasa sedih melihat lokasi itu.

“Ini lokasi air terjun atau lokasi TPA?” kata Berkati sambil mengangkat dua tangan. (Baca: Luaha Ndroi, Air Terjun yang Terus Bergemuruh)

Kata Berkati, demi menjaga keasrian lingkungan, baiknya pemerintah setempat memasang papan larangan membuang sampah sembarangan dan menyediakan tong sampah. Selain itu, warga yang bermukim di sekitar hulu sungai harus sadar untuk tidak membuang sampah organik dan anorganik di sungai.

Walau demikian, Berkati mengaku sebagai orang yang petama berkunjung, kelelahan selama di perjalanan terbayarkan setelah tersentuh percikan air terjun Luaha Ndroi. Udara segar tanpa polusi dan hijaunnya dedaunan pohon membuat waktu berkunjung menjadi sangat singkat.

Pengunjung lainnya Fasumangeta Gea menyarankan dari sekarang masalah sampah harus segera diatasi. “Sampah, apalagi yang anorganik jangan dibiarkan berserakan di sekitar air terjun. Selain mengganggu pemandangan juga dapat mencemari lingkungan. Lama-lama pengunjung malas ke sini,” kata Fasumangeta.

Dia menyarankan, pemerintah setempat segera membangun fasilitas berupa kamar mandi. Dan pengunjung juga diminta tidak merusak fasilitas yang sudah ada dan tidak menebang pohon di sekitar air terjun. “Bagi pengunjung, jika ada sampah baiknya dipungut agar lokasi wisata tetap bersih.”

Salah seorang warga sekitar Erwin Hulu mengatakan, sungai ini membelah pasar di Kecamatan Alasa yang tidak jauh dari Kantor Camat Alasa. Dari Luaha Ndroi sekitar 2 kilometer. Menurut dia, sampah yang sudah menumpuk tidak hanya bersumber dari pengunjung, juga dari warga sekitar yang bermukim di hulu sungai.

“Kan 2 kilometer dari sini, ada pasar Alasa setiap hari Sabtu, semua sampah itu dibuang ke sungai. Selain itu, selokan dari Kantor Camat Alasa dan Puskesmas Alasa muaranya ke sini. Sebaiknya, dinas terkait membuat peraturan daerah tentang larangan membuang sampah sembarangan,” kata Erwin yang menemani NBC di lokasi itu. [NDH]

Related posts