INFRASTRUKTUR NIAS BARAT

PU Nias Barat Diminta Tertibkan Rekanan Bandel

inilah pembangunan jembatan sungai idanogoto di Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat. | Foto : NBC/Aminudin Hia

Pembangunan jembatan Sungai Idanögoto, Desa Sisobambowo, Kecamatan Lahömi, Kabupaten Nias Barat, ini tidak dilengkapi papan proyek untuk informasi publik. Dinas PU Nias Barat dinilai lemah dalam pengawasan proyek.| Foto : NBC/Aminudin Hia

LAHÖMI, NBC – Masyarakat mempertanyakan ketiadaan papan proyek pada pembangunan jembatan di Sungai Idanögoto, Desa Sisobambowo, Kecamatan Lahömi, Kabupaten Nias Barat. Dinas Pekerjaan Umum Nias Barat diminta melakukan pengawasan sehingga pelaksanaan proyek bisa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, termasuk transparansi sebagai pertanggungjawaban kepada publik.

“Sejak dimulai pelaksanaan pembangunan jembatan Sungai Idanögoto ini hingga saat ini pihak rekanan belum memasang papan proyek pembangunan. Kami menduga sepertinya adanya unsur kesengajaan rekanan atau pihak terkait untuk mengaburkan informasi bagi publik,” ujar salah seorang masyarakat Nias Barat yang peduli pembangunan berinisial FD kepada NBC, beberapa waktu lalu di Lahömi.

Menurut FD, setiap proyek yang menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dilengkapi dengan papan proyek pembangunan karena dari papan kegiatan itu akan diketahui sumber pendanaan proyek, nilai proyek, tahun anggaran, waktu pekerjaan, pelaksanaan teknis, dan nama konsultan.

Kepada NBC, FD menyampaikan agar Dinas PU untuk melaksanakan pengawasan termasuk mewajibkan setiap rekanan memasang papan proyek untuk informasi publik.

“Pihak rekanan di jembatan ini melanggar prosedur yang berlaku sesuai syarat-syarat umum kontrak (SSUK) termasuk pemasangan papan proyek. Untuk itu, patut diduga pihak rekanan/kontraktor segaja mengaburkan informasi bagi masyarakat dan juga bisa dikatakan bertujuan meremehkan masyarakat Nias Barat,”ungkapnya.

Bupati Harus Evaluasi SKPD

Selain itu, Bupati Nias Barat  juga diminta mengevaluasi setiap paket proyek yang dikerjakan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang terkesan ditutup-tutupi.

“Kami minta perhatian Bupati Nias Barat menindaklanjuti persoalan seperti ini agar instansi terkait (Dinas PU) tidak membiarkan rekanan melakukan semauanya saja, tanpa mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan juga PU memaksimalkan pengawasan demi mutu bangunan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Kal Daeli (54), mengungkapkan kepada NBC, sangat senang setelah mengetahui jembatan ini jadi dibangun oleh Pemda Nias Barat karena sudah tersebar isu-isu di tengah-tengah masyarakat bahwa jembatan Sungai Idanögötö tidak lagi dibangun karena ada warga atau oknum tertentu yang membuat pengaduan kepada Pemkab Nias Barat bahwa mereka menentang pembangunan itu.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Nias Barat dan juga Kadis PU atas perhatiannya untuk membangun jembatan Sungai Idanögoto ini. Walaupun ada warga ataupun oknum-oknum tertentu yang tidak menginginkan pembangunan jembatan ini terlaksana karena tidak sesuai lokasi keinginan mereka,”ujarnya.

Kal Daeli mengungkapkan, “Silakan saja masyarakat, baik itu menamakan kelompok/organisasi maupun perseorangan untuk menyampaikan keluhan, tetapi harus mengedepankan kepentingan orang banyak. Kita jangan lupa bahwa dengan adanya akses penghubung antara kedua desa, Desa Sisobamböwö dan Desa Lölöwa’u, ini merupakan sarana mempermudah aktivitas perekonomian masyarakat.”

Akan Ditegur

Kepala Dinas PU Kabupaten Nias Barat Faolo’aro Gulö, yang dikonfirmasi NBC, lewat telepon telulernya mengatakan, bahwa semua proyek yang menggunakan anggaran pemerintah di Kabupaten Nias Barat harus dan wajib bagi rekanan memasang papan proyek  untuk informasi bagi publik.

“Saya akan menindaklanjuti persoalan ini dengan memerintahkan PPK mengecek langsung ke lapangan dan apabila belum terpasang papan proyeknya, saya akan berikan teguran ataupun tindakan yang berlaku kepada pihak rekanan yang bandel karena telah melanggar perjanjian kontrak,”ujarnya.

Pantauan NBC, Selasa (28/4/2015), di lokasi, pekerja pada proyek itu mengaku tidak mengetahui siapa pelaksana proyek pembangunan jembatan ini. Para pekerja juga mengaku sejak awal papan proyek tidak dipasang. [AMI]

Related posts