DUGAAN KORUPSI

Mahasiswa USBM Kembali Unjuk Rasa di Kejari Telukdalam

TELUKDALAM, NBC Sekitar 50 mahasiswa Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) dan sejumlah masyarakat Nias Selatan yang bergabung dalam Gerakan Solidaritas Mahasiswa dan Masyrakat (Geram), Kamis (30/4/2015) di Kejaksaan Negeri Telukdalam, setelah sebelumnya berunjuk rasa pada Selasa (28/4/2015). Massa Geram mendesak Kejari segera mengungkap keterlibatan Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi yang diduga sebagai otak di balik kasus dugaan korupsi untuk pengratisan biaya pendidikan di USBM Nias Selatan.

Sebelum berunjuk rasa di Kejari Teluk dalam, massa pendemo melakukan konvoi dengan berjalan kaki dan berorasi di simpang lima kota Telukdalam sekitar setengah jam. Seusai berorasi di bundaran simpang lima, massa kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kejari Telukdalam. Personel Kepolisian Resor Nias Selatan yang dipimpin Kapolres AKBP Robert Da Costa telah bersiaga mengawal pengunjuk rasa.

“Kami meminta Kejari Teluk dalam segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pendidikan gratis USBM dan segera ungkap keterlibatan Bupati Nias Selatan,” ujar koordinator aksi Disiplin Luahambowo dalam orasinya di luar gedung Kejari Teluk dalam.

Setiba di Kejari, massa pendemo kecewa lantaran Kajari Telukdalam tidak dapat menemui mereka karena sedang berada di Medan. Kepala seksi pidana khusus Ardiansyah dan beberapa pejabat Kejari lainnya menemui pengunjuk rasa di pintu pagar kantor Kejari. Ketegangan sempat terjadi antara pengunjuk rasa dengan pihak kejari lantaran mahasiswa berkeras menemui Kajari. Emosi mahasiswa semakin memuncak saat Kasi Pidsus hanya bisa berbicara menanggapi massa di belakang barisan polisi yang telah berjaga-jaga.

“Kami meminta Kajari yang menemui kami di sini. Kami tidak mau siapapun yang menemui kami selain Kajari yang kurang ngajar itu. di Kejari ini hanya satu matahari, dan kami mau ditemui matahari itu. bukan bintangnya. kami juga tidak mengetahui siapa yang bicara itu di belakang manusia atau hantu. Kenapa harus di belakang itu bicara. Kami ini bukan preman, kami tidak anarkis. Kami mahasiswa intelektual,” ujar salah seorang pendemo Ricardo Löi saat menanggapi Kasi Pidsus yang menjelaskan bahwa Kajari sedang berada di Medan.

Setelah bernegosisi dengan pihak Kejari, mahasiswa akhirnya menyerahkan pernyataan sikapnya yang diterima oleh Kasi Pidsus yang didampingi oleh Kapolres Nias Selatan.

“Terima kasih atas kedatangannya di sini. Kami beritahu bahwa kasus USBM sedang kami proses dan apa yang anda sampaikan tadi akan saya teruskan kepada pimpinan untuk ditindak lanjuti. Sesuai pesan pimpinan, kami meminta perwakilan mahasiswa USBM untuk menemui bapak Kajari pada selasa pekan depan,” ujar Ardiansyah seusai menerima pernyataan sikap pendemo.

Setelah penyerahan pernyataan sikap tersebut, massa pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib dan dikawal oleh personel Polres Nias Selatan.

Segera Tetapkan Tersangka

Kasi Pidsus Kejari Telukdalam Ardiansyah mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus ini termasuk Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi. Dia memberitahukan, dalam waktu dekat pihaknya akan menetapkan tersangka lain dalam kasus ini. Menurut dia, hingga saat ini pihaknya belum menemukan keterlibatan bupati dalam kasus ini. dia mengatakan pihaknya terus mngembangkan kasus ini.

“Kami tidak main-main dalam kasus ini. Kami masih menunggu hasil audit dari BPKP yang sampai saat ini masih belum turun. bukan sengaja dilama-lamakan. Dalam waktu dekat akan ada tersangka baru. Nanti kami akan memberitahu teman-teman. Untuk kasus ini kami telah memeriksa beberapa saksi termauk Bupati. untuk sementara Keterlibatan Bupati belum ditemukan, tapi kami terus mengembangkannya,” ujar Ardiansyah. [SEI]

Related posts