Mahasiswa Pelaku Penjambretan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Tersangka Berkat bersama barang bukti emas hasil rampasan ketika diinterogasi di Polres Nias, Senin (18/5/2015)| Foto : NBC/ Irwanto Hulu

Tersangka Berkat bersama barang bukti emas hasil rampasan ketika diinterogasi di Polres Nias, Senin (18/5/2015)| Foto : NBC/ Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC —  Berkat Rahman Telaumbanua (20) dan rekannya Desman Zendrato (20) pelaku penjambretan dompet milik Riliani Mendrofa alias Ina Abdi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Sabtu (16/5/2015), terancam hukuman penjara maksimum 7 tahun. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat 4 e, subsider 362 KUHPidana.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Nias AKP.Kurniawan Harefa melalui Pjs. Paur Humas Polres Nias Aiptu.Osiduhugo Daeli kepada NBC ketika ditemui di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Rabu (20/5/2015).

Menurut penuturan Osiduhugo, sebelum melakukan aksinya, kedua tersangka telah membuntuti korban Riliani Mendrofa alias Ina Abdi yang mengendarai sepeda motor. Kala itu, korban menyimpan dompetnya di bagasi dekat stang motor sebelah kiri, sehingga para tersangka dengan mudah mengambil dan membawa kabur dompet korban.

Usai melakukan aksinya, para tersangka kabur ke arah Jalan Tirta (KBN), dan membagi uang hasil rampasan yang ada di dalam dompet korban sebesar rp 300 ribu. Sedangkan cincin dan gelang emas yang ada di dalam dompet korban dibawa oleh tersangka Desman dengan perjanjian hasilnya akan dibagi dua apabila telah dijual.

Pada berita sebelumnya, tersangka Berkat dan Desman yang merupakan mahasiswa STIE Pembnas Kabupaten Nias ini ditangkap saat hendak menjual perhiasan hasil rampasan mereka ke toko emas Budaya, milik David, di Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Senin (18/5/2015).

Kala itu, David yang telah diberitahu korban sebelumnya, pura pura menimbang emas yang ditawarkan BRT dan menyimpan serta mengunci di dalam lemari kaca yang ada di tokonya. David kemudian pura pura ke dalam rumah untuk mengambil kunci laci uang dan menghubungi korban.

Setelah dihubungi oleh David, korban bersama beberapa personil Polres Nias mendatangi toko emas Budaya dan menangkap BRT yang masih menunggu pembayaran emas curian yang hendak dijual kepada David. Desman saat penangkapan Berkat sempat kabur, namun berhasil ditangkap beberapa jam kemudian setelah dipancing Polisi melalui Berkat.

Korban sebelumnya juga telah memberitahu kepada NBC bahwa ia mengalami kerugian sebesar Rp 13 juta. Dalam dompetnya  ada perhiasan emas senilai Rp 12 juta, uang Rp 500 ribu dan telepon seluler. [WAN]

Related posts