KRIMINALITAS

Mahasiswa Ini Ditangkap Polisi Saat Jual Emas Hasil Rampasan

Berkat dan Desman pelaku jambret saat dibawa ke Mapolres Nias untuk diproses, Senin (18/5/2015). Foto ; Irwanto Hulu

Berkat dan Desman (kedua dan keempat dari kiri), pelaku penjambretan, saat dibawa ke Mapolres Nias untuk diproses, Senin (18/5/2015). | Foto: Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Ketika hendak menjual emas hasil rampasan di Toko Emas Budaya, Berkat Rahman Telaumbanua (20), mahasiswa semester II STIE Pembda Nias, warga Desa Mazingö Tanese’ö, Kecamatan Hiliduho, bersama rekannya, Desman Zendratö (20), warga Desa Sisobahili, Kecamatan Hiliduho, ditangkap anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Nias, Senin (18/5/2015) pukul 16.30.

Desman yang sempat kabur dan ditangkap setelah diminta Berkat menjemput dirinya atas suruhan polisi di jalan menuju RRI Gunungsitoli. Kini keduanya ditahan di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Butuh Biaya Kuliah

Berkat yang ditemui NBC di Mapolres Nias mengaku baru pertama kali melakukan penjambretan. Dia menjambret karena diajak Desman serta karena desakan kebutuhan biaya untuk kuliah. Kepada NBC, Berkat mengaku kuliah di STIE Pembnas, semester II, dan menyesal telah melakukan penjambretan,

“Saya baru kali ini menjambret dan itu pun karena saya butuh biaya untuk kuliah. Kami menjambret seorang ibu yang sedang melintas dengan sepeda motor di depan Mini Market Celia, Jalan Diponegoro, Kota Gunungsitoli. Saya yang bawa sepeda motor, Desman yang menjambret,” kata Berkat kepada NBC.

Korban RM alias Ina Abdi (33), yang ditemui NBC di tempat yang sama, mengaku senang karena pelaku penjambretan terhadap dirinya dapat ditangkap dan memperoleh kembali emas miliknya yang diambil pelaku. Dia berharap polisi memberikan hukuman yang setimpal kepada kedua pelaku.

RM mengungkapkan, pada Sabtu (16/5/2015), ketika sedang melintas sendirian mengendarai sepeda motor di Jalan Diponegoro, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, tepatnya depan Mini Market Celia, ia dipepet oleh dua orang yang berboncengan. “Kedua orang ini ternyata menjambret dan mengambil perhiasan saya. Saya hanya bisa berteriak minta tolong karena para pelaku langsung kabur setelah merampas dompet saya,” ujar RM.

Menurut korban, dalam dompet miliknya tersebut ada perhiasan emas, uang, ATM, KTP, serta telepon seluler dan memperkirakan kerugian yang dia alami sebesar Rp 13 juta. Harga cincin, kalung dan gelang emas yang dirampas dalam dompetnya berkisar Rp 12 juta, lalu uang sebesar Rp 500.000 dan telepon seluler juga ada dalam dompetnya.

Membagi Selebaran

Korban menambahkan, seusai dijambret, dia dan suaminya membagi selebaran kepada pemilik toko mas yang ada di Kota Gunungsitoli, tujuannya supaya pemilik toko emas menghubungi dia jika ada yang menjual emas tanpa surat, dan sesuai dengan fotokopi surat pembelian emas yang dia bagikan.

“Upaya yang kami lakukan ternyata berhasil, kami dihubungi pemilik Toko Emas Budaya Ketika kedua pelaku hendak menjual emas yang mereka rampas dari saya kepada pemilik Toko Emas Budaya. Saya bersama suami saya dan polisi langsung ke lokasi dan seorang pelaku yang bernama Berkat, sedangkan Desman sempat kabur karena melihat saya,” kata korban.

David, pemilik Toko Emas Budaya, yang ditemui NBC sebelumnya, mengatakan bahwa kedua pelaku datang ke tokonya untuk menjual emas pada pukul 16.30. Karena sudah mendapat selebaran yang dibagi korban, dia lalu mengambil emas dari tangan pelaku dan pura-pura menimbang serta mengunci dalam etalase kaca miliknya.

Untuk menghubungi korban, dia pura-pura lupa membawa kunci dan mengambil ke dalam rumah sambil menghubungi korban. Tidak lama kemudian korban tiba bersama polisi, dan menangkap salah seorang pelaku.

Kepala Unit IV Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Ipda Sonifati Zalukhu, yang menangani kedua pelaku, belum bisa memberikan keterangan karena kedua pelaku masih dalam pemeriksaan. Dia meminta NBC untuk meminta tanggapan Kasat Reskrim selaku pimpinannya setelah kedua pelaku diperiksa, Senin malam. [WAN]

Related posts