FASILITAS SEKOLAH

Kota Gunungsitoli Masih Memiliki Sekolah Kumuh

Ruang Ujian SMP Negeri 3 Gunungsitoli Alo'oa yang Masih Berlantai Tanah : Foto: NBC/Iman Jaya Lase

Ruang ujian SMP Negeri 3 Gunungsitoli Alo’oa, Selasa (5/5/2015),  masih berlantai tanah. | Foto: NBC/Iman Jaya Lase

GUNUNGSITOLI, NBC — Mengantisipasi isu kebocoran kunci jawaban ujian nasional, Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Hadirat ST Gea bersama Ketua dan anggota Komisi II DPRD Kota Gunungsitoli melakukan pemantauan di sejumlah sekolah menengah pertama (SMP), Selasa (5/5/2015).

Kegiatan tersebut dipusatkan di sejumlah SMP negeri  yang ada di Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa. Dalam pemantauan itu ditemukan masih ada SMP negeri berlantai tanah dan berdinding kayu yang sudah lapuk. SMP Negeri 3 Gunungsitoli Alo’oa yang berlokasi di Desa Nazalou Lolowua masih minim fasilitas, antara lain gedung sekolah itu berdinding kayu yang mulai lapuk dan berlantai tanah.

“Kami tidak menyangka masih ada sekolah yang seperti ini (kumuh), padahal sekolah ini berada tidak jauh dari kawasan Kota Gunungsitoli. Dan, setiap laporan Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, semua sekolah yang ada di Kota Gunungsitoli berlantai semen dan gedungnya permanen,” kata Hadirat di lokasi pemantauan.

Selain gedung sekolah yang terbilang kumuh, politisi PDI-P itu juga menyayangkan jumlah guru yang berstatus pegawai negeri sipil hanya 2 orang, sedangkan jumlah siswa lebih dari 300 orang.

“Setiap pemerintah melakukan rapat kerja di DPRD Kota Gunungsitoli, selalu melaporkan hal yang baik, seperti halnya ketersediaan tenaga pengajar. Namun, kenyataannya berbanding terbalik,” lanjutnya.

Hadirat berjanji akan memanggil Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli melalui rapat kerja yang akan dilakukan Komisi II dan mencari solusi dalam waktu dekat mengenai keadaan SMP Negeri 3 Gunungsitoli Alo’oa itu.

“Pastinya, Komisi II DPRD Kota Gunungsitoli akan melakukan rapat kerja dengan agenda beberapa temuan hari ini,” ujarnya.

Sejumlah anggota Komisi II DPRD Kota Gunungsitoli yang berada di SMP tersebut pun geram melihat kondisi sekolah itu. Komisi II akan kembali memantau pelaksanaan ujian nasional SMP hari ketiga sekaligus mengecek kondisi sekolah yang ada di Kota Gunungsitoli. [MAN]

Related posts