DUGAAN KORUPSI

Kejari Gunungsitoli Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Normalisasi Sungai Lahomi-Moro’o-Siwalawa

Kasipidsus Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Junius Zega, SH, MH, Rabu (27/5/2015). Foto : Irwanto Hulu

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Junius Zega. | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Kejaksaan Negeri Gunungsitoli saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi pelaksanaan proyek normalisasi Sungai Lahomi-Moro’o-Siwalawa di Kabupaten Nias Barat tahun anggaran 2013, dengan pagu dana Rp 1,5 miliar.

Penyidik Kejari Gunungsitoli sedang menunggu hasil dari tim teknis yang melakukan spesifikasi dan penghitungan volume pekerjaan proyek tersebut di lapangan.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Gunungsitoli Junius Zega kepada NBC ketika ditemui di ruang kerjanya di kantor Kejari Gunungsitoli, di Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Rabu (27/5/2014).

Menurut Junius, penyidik Kejari Gunungsitoli sudah melakukan pemanggilan dan mengambil keterangan sejumlah pihak yang diduga terkait dalam dugaan korupsi pelaksanaan proyek tersebut. Namun, dia menolak membeberkan nama-nama yang telah dipanggil dan telah memberikan keterangan dengan alasan masih proses penyelidikan.

“Kami sudah memanggil dan mengambil keterangan sejumlah pihak yang kami tengarai terlibat dalam kasus korupsi proyek tersebut. Maaf, nama-nama yang sudah menghadiri panggilan dan sudah kami mintai keterangan belum bisa saya beberkan kepada publik saat ini karena masih proses penyelidikan,” ujar Junius.

Namun, dia mengatakan, yang belum menghadiri panggilan Kejari Gunungsitoli untuk memberikan keterangan, walau sudah dipanggil, adalah pelaksana proyek, yakni Direktur CV Wendy, Khamozaro Halawa.

Hingga saat ini, menurut Junius, Direktur CV Wendy belum memberitahukan alasan ketidakhadirannya. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melayangkan panggilan kedua kepada Direktur CV Wendy. [WAN]

Related posts