SIDANG SINODE BKPN

Eporus Tegaskan Keinginan Gereja BKPN Masuk Anggota PGI

Eporus BKPN

Eporus BKPN Pdt. Aroziduhu Hulu, M.Min memukul gong sebagai tanda dimulainya Sidang Sinode VII BKPN, Kamis (14/5/2015) di Gereja BKPN Jemaat Telukdalam, Nias Selatan. | Foto: NBC/Seiman Lase

TELUKDALAM, NBC Sidang Sinode Banua Keriso Protestan Nias (BKPN) VII dibuka secara resmi oleh Eporus BKPN Pdt. Aroziduhu Hulu, M.Min yang ditandai dengan pemukulan gong di  Gereja BKPN Jemaat Telukdalam Nias Selatan, Jalan Gereja Nomor 1, Kelurahan Pasar, Kecamatan Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, Kamis (14/5/2015). Aroziduhu menegaskan keinginan BKPN untuk menjadi anggota PGI.

Pembukaan Sinode tersebut dihadiri oleh Direktur Urusan Agama Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia Andar Gultom, mantan Ketua PGI SAE Nababan, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Aroni Zendratö, Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan beberapa pimpinan gereja dari berbagai denominasi di Pulau Nias. Prosesi pembukaan sidang sinode BKPN VII tersebut dimulai dari pendopo Nias Selatan menuju gereja BKPN Jemaat Telukdalam yang disambut dengan aksi tarian perang ala Nias Selatan dan marching band.

Dalam sambutannya, Eporus BKPN Aroziduhu Hulu mengimbau gereja meningkatkan kualitas iman seiring tuntutan zaman. “Kehadiran gereja di Nias Selatan kita harapkan dapat meningkatkan kualitas iman seiring dengan tuntutan zaman dalam penerapan pelayanan marturia, koinonia, dan diakonia sebagai tugas utama gereja di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Sidang Sinode BKPN 2015 yang diikuti sekitar 300 peserta perwakilan dari 19 resor dan 80 jemaat ini mengangkat tema “Dasar yang Teguh” (Matius 12 : 11) dan subtema “Meningkatkan Kinerja Pelayanan dalam Membangun Jemaat yang Sejahtera demi Terwujudnya Gereja yang Misioner di Tengah-tengah Masyarakat Majemuk”.

Berdasarkan informasi yang diterima dari panitia, Sidang Majelis Sinode BKPN dilaksanakan setiap lima tahun yang bertujuan menetapkan pengakuan gerejawi yang dianut oleh BKPN, menetapkan dan mengubah peraturan rumah tangga (PRT), menerima atau menolak keputusan MPHS, menetapkan garis-garis besar program pelayanan (GBPP), menerima atau menolak laporan pertanggungjawaban MPHS, serta memilih dan menetapkan anggota MPS dan MPHS.

Keanggotaan PGI

Aroziduhu menyampaikan soal kerinduan gereja BKPN untuk segera menjadi anggota PGI. “Kerinduan kami bergabung dengan PGI masih belum terwujud hingga sekarang, sekalipun BKPN sudah tercatat sebagai calon anggota PGI sejak 2005 pada Sidang Raya PGI di Bali. Namun, sampai pada pelaksanaan Sidang Raya PGI di Pulau Nias, November 2014, keinginan itu masih terkendala. Hal ini salah satu bahan pembahasan nanti dalam persidangan karena secara administratif semuanya sudah kami lengkapi dan laksanakan,” ujar Aroziduhu.

Menurut Aroziduhu, hal ini merupakan pembahasan penting dalam pelaksanaan sidang sinode kali ini. Ia mengajak semua peserta untuk serius mencari dan menemukan solusi yang terbaik bagi BKPN.

Seperti diketahui, perbedaan pendapat antara organisasi BNKP, sebagai induk dari BKPN, dan organisasi BKPN, terutama terkait penyerahan sejumlah aset gereja, menjadi kendala bagi rencana BKPN menjadi anggota PGI. Dibutuhkan surat rekomendasi dari Eporus BNKP sebagai syarat bagi BKPN masuk sebagai anggota PGI. BNKP memberi syarat, BKPN harus menyerahkan dulu sejumlah aset, baru BNKP akan mengeluarkan surat rekomendasi.

Hingga kini BKPN, yang lahir 17 Mei 1984, memiliki warga jemaat sebanyak 24.509 jiwa. Pelaksanaan Sidang Sinode BKPN VII  ini dilaksanakan selama empat  hari, 14-17 Mei 2015, sekaligus sebagai rangkaian merayakan hari ulang tahun ke-21 BKPN.

Pantauan NBC, sejak Rabu sore, panitia terlihat sibuk melakukan registrasi peserta yang diinapkan di beberapa rumah warga jemaat di Kota Telukdalam. Menurut rencana, acara penutup dilaksanakan di gereja BKPN Jemaat Bawömataluo, Kecamatan Fanayama, pada hari Minggu, dengan agenda pengukuhan Majelis Pekerja Harian Sinode (MPHS), Majelis Pekerja Sinode (MPS), dan Majelis Pekerja Lengkap Sinode (MPLS) BKPN periode 2015-2020. [SEI]

Related posts