PERADILAN

Direktur CV Karya Sendoro: Keputusan Bupati Nias Sarat Arogansi Kekuasaan

Sidang gugatan terhadap Bupati Nias yang dihadiri kuasa hukum Bupati Nias dan Penggugat Direktur CV.Karya Sendoro, Rabu (6/5/2015). Foto : Irwanto Hulu

Sidang gugatan terhadap Bupati Nias dihadiri kuasa hukum Bupati Nias dan penggugat, Direktur CV Karya Sendoro, Rabu (6/5/2015), di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Keputusan Bupati Nias Sokhiatulo Laoli membatalkan CV Karya Sendoro sebagai pemenang tender pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli tahun 2012 dianggap sarat arogansi kekuasaan dan tindakan intervensi langsung pada keputusan panitia pelelangan umum RSUD Gunungsitoli.

Bupati Nias (tergugat I) juga diduga melakukan perbuatan konspirasi dan berafiliasi dengan Ridwan Winata (tergugat intervensi II) yang kini berstatus tahanan Kejaksaan Tinggi Lampung akibat tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) terkait keputusan yang diterbitkan dengan nomor 640/1512/Adm.Pemb tanggal 18 Desember 2012.

Hal tersebut diungkapkan Direktur CV Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua saat membacakan gugatannya terhadap Bupati Nias Sokhiatulo Laoli pada sidang gugatan pembatalan CV Karya Sendoro sebagai pemenang tender proyek pengadaan alkes di RSUD Gunungsitoli tahun 2012. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Khamozaro Waruwu di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Rabu (6/5/2015).

Dalam gugatannya, Sonitehe menyebutkan, akibat surat keputusan bupati mengenai pembatalan itu, dirinya mengalami kerugian materiil berupa biaya-biaya dan kerugian lain, termasuk kehilangan keuntungan pada kegiatan pengadaan tersebut.

Sonitehe juga mengalami kerugian imateriil berupa beban psikologis kepada sejumlah distributor alkes yang telah memberikan surat dukungan pada pengadaan tersebut sehingga terjadi ketidakpercayaan terhadap perusahaannya. Hal itu berefek hilangnya lahan pekerjaannya sebagai penyuplai alkes.

Mohon Hakim Mengabulkan Gugatan

Direktur CV Karya Sendoro memohon kepada majelis hakim agar semua gugatannya dikabulkan, yakni membatalkan atau menyatakan tidak sah SK Bupati Nias No 640/1512/Adm.Pemb tanggal 18 Desember 2012 dan SK Direktur RSUD Gunungsitoli No 027/8276/PPK tanggal 27 Desember 2012 tentang pernyataan pembatalan pengumuman nomor 20/PBJ-Alkes/RSUD-GS/XI/2012 tanggal 16 November 2012.

Hakim menyatakan, sanggahan banding tergugat intervensi I tidak terbukti serta mewajibkan Bupati Nias (tergugat I) dan Direktur RSUD Gunungsitoli (tergugat II) mencabut surat keputusan yang telah mereka terbitkan. Hakim juga mewajibkan tergugat I dan tergugat II menerbitkan surat keputusan kepada penggugat, yakni surat penunjukan penyedia barang/jasa terkait pengumuman nomor 20/PBJ-Alkes/RSUD-GS/XI/2012 tanggal 16 November 2012.

Tergugat agar memberikan kompensasi kenaikan harga terhadap penawaran penggugat sebesar 10 persen pada setiap harga satuan dan kuantitas barang yang ditawarkan penggugat sebelumnya, serta menghukum tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam sengketa yang terjadi antara penggugat dan tergugat.

Setelah mendengar gugatan CV Karya Sendoro, Ketua Majelis Hakim berjanji akan mengungkap semua fakta yang terjadi di persidangan. Khamozaro juga mengabulkan permintaan kuasa hukum Bupati Nias yang meminta agar diberikan kesempatan selama dua minggu untuk mempersiapkan jawaban atas gugatan CV Karya Sendoro. Karena itu, sidang yang seyogianya digelar Rabu, 13 Mei, diundur menjadi Rabu, 20 Mei.

Seusai sidang, kuasa hukum Bupati Nias, Agusmar Zalukhu, yang ditemui NBC, belum bisa memberikan tanggapan terkait gugatan yang dibacakan Direktur CV Karya Sendoro dalam sidang tersebut. Dia meminta NBC menunggu pembacaan nota jawaban dua minggu mendatang.

“Saya belum bisa memberikan tanggapan atas gugatan yang dibacakan Direktur CV Karya Sendoro pada sidang tadi. Tunggu saja jawabannya pada persidangan dua minggu lagi. Kita berharap sidang ini akan dilakukan seadil-adilnya supaya dapat diketahui mana yang benar,” ujar Agusmar. [WAN]

Related posts