RAPAT KOORDINASI

Bahas Masalah Sosial, Polres Nias Koordinasi dengan Dinas Sosial dan RSU

Rakor terkait masalah sosial yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Nias di ruang kerjanya di Mapolres Nias, Kamis (30/4/2015). Foto: Irwanto Hulu

Rapat koordinasi terkait masalah sosial dipimpin Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nias, di ruang kerjanya di Markas Polres Nias, Kamis (30/4/2015). | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Nias melakukan koordinasi dengan menggelar rapat bersama Dinas Sosial dan Rumah Sakit Umum Gunungsitoli di Markas Polres Nias, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Kamis (30/4/2015). Rapat koordinasi ini bertujuan membahas penanganan masalah sosial yang terjadi di wilayah Polres Nias.

Dalam rapat singkat yang digelar di ruang Kepala Satreskrim Polres Nias itu, materi yang dibahas terkait dengan penanganan masalah sosial yang terjadi di wilayah Polres Nias. Hal itu antara lain terkait penemuan mayat yang tidak memiliki identitas, warga penderita penyakit jiwa, dan pasien miskin yang dirawat di RSU.

Rapat dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Nias AKP Selamat Kurniawan Harefa, yang dihadiri Direktur RSU Gunungsitoli Julianus Dawolo, Kepala Dinas Sosial Nias Utara Toro’aro Lafau, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nias Barat Zisokhi Halawa, Kepala Bidang PPMKS Dinas Sosial Kota Gunungsitoli Anwar Harefa, dan perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Nias Alisokhi Tafonao. Dalam rapat tersebut, diambil beberapa kesimpulan dalam penanganan masalah sosial di wilayah Polres Nias.

Kesimpulan yang disepakati, untuk penemuan mayat tanpa identitas, penanganannya diserahkan kepada setiap dinas sosial tempat mayat ditemukan. Ini karena pihak RSU Gunungsitoli tidak dapat menerima mayat tersebut sebab tidak memiliki anggaran, yang bersumber dari pendapatan asli daerah, untuk biaya pemakaman.

Mengenai korban kecelakaan lalu lintas yang tidak mampu, penyidik Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Nias wajib meminta keluarga korban mengurus surat keterangan miskin atau tidak mampu ke dinas sosial tempat korban berdomisili untuk diserahkan kepada pihak RSU Gunungsitoli.

Untuk penanganan warga yang memiliki gangguan jiwa, pemerintah kabupaten/kota di wilayah Polres Nias tidak mampu menanganinya karena tidak memiliki panti sosial. Namun, disarankan RSU Gunungsitoli menyediakan dokter penyakit jiwa di RSU Gunungsitoli supaya dapat menentukan apakah warga tersebut memiliki gangguan jiwa atau tidak.

Semua pemkab/pemkot di wilayah Polres Nias disarankan menganggarkan dana tahun depan untuk penanganan mayat tanpa identitas, warga yang mengalami gangguan jiwa, dan warga tidak mampu yang dirawat di RSU Gunungsitoli. [WAN]

Related posts