TUNJANGAN GURU

458 Guru SD dan SMP di Nias Selatan Terima Tunjangan

TELUKDALAM, NBC Sebanyak 458 guru PNS dan non PNS di beberapa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Nias Selatan menerima tunjangan fungsional, khusus dan akademik. Pemberian tunjangan tersebut diberikan berdasarkan surat keputusan pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan (P2TK) Jakarta serta surat keputusan Bupati Nias Selatan kepada guru-guru di daerah terpencil. Tunjangan ini diberikan agar dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus kualitas tenaga pendidik.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan Jonius Dachi kepada NBC yang ditemui di ruang kerjanya Jalan Baloho Indah Kecamatan Teluk dalam, Kamis (30/4/2015). “Untuk tahun ini ada 458 guru di Nias Selatan yang menerima tunjangan dari pemerintah pusat. tunjangan ini diberikan berdasarkan SK P2TK dan Bupati Nias Selatan kepada guru-guru di daerah terpencil guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik,” ujar Jonius.

Menurut Jonius, tunjangan fungsional diberikan kepada 192 guru non PNS dengan jmalah Rp 300.000 per guru setiap bulannya selama satu tahun. Tunjangan khusus diberikan kepada 222 guru PNS dan non PNS di daerah terpencil dengan nominal Rp 1,5 juta setiap guru per bulan selama satu tahun, sementara untuk PNS disesuaikan dengan gaji pokok per bulannya. Selain itu, untuk tunjangan akademik diberikan kepada 44 guru PNS dan non PNS yang tengah mengikuti perkuliahan jenjang strata satu dengan jumala Rp 3,5 juta pertahun selama satu tahun.

Jonius menjelaskan, data guru penerima tunjangan ini diferivikasi oleh P2TK berdasarkan daftar pokok pendidik (dapodik) yang disampaikan unitt sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan. Selain itu, tunjangan ini hanya diberikan kepada guru yang memiliki nomor urut pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) serta mengajar sekurang-kurangnya 24 jam per minggu.

“Bukan kami yang menentukan siapa yang berhak menerima tunjangan ini. Kami hanya menyampaikan data guru ke P2TK berdasarkan data dapodik yang diberikan oleh sekolah kepada kami. Selanjutnya diverifikasi oleh P2TK. Penerimanya adalah guru yang sudah memiliki NUPTK dan mengajar setidak-tidaknya 24 jam perminggu. Jadi, kami jangan disalahkan terkait data guru yang menerima ini. Kami hanya monitoring keaktifan guru tersebut,” jelas dia

Jonius memberitahukan, tunjangan ini ditransfer langsung oleh pemerintah pusat melalui rekening masing-masing guru tanpa melalui Dinas Pendidikan. Pengiriman tunjangan ini dilakukan sekali dalam tiga bulan. Untuk triwulan pertama, 458 guru tersebut telah menerimanya akhir Maret 2015. [SEI]

Related posts