INFRASTRUKTUR NIAS BARAT

Warga Adukan Pembangunan Jalan Moro’ö yang Tak Sesuai Bestek

Inilah surat pengaduan masyarakat Desa Loloana'a dan Desa Sitolubanua Fadoro Kecamatan Moro'o yang disampaikan kepada Bupati Nias Barat |Foto : NBC/AMINUDIN HIA

Inilah surat pengaduan masyarakat Desa Lölö’ana’a dan Desa Sitölubanua Fadoro, Kecamatan Moro’ö, yang disampaikan kepada Bupati Nias Barat | Foto : NBC/Aminudin Hia

LAHÖMI, NBC —  Karena pengerjaan pembangunan ruas Jalan Moro’ö dari Dusun Lölö’ana’a, Desa Hilifadölö, menuju Dangagari, Desa Sitölubanua Fadoro, yang dikerjakan CV Sotaro tidak sesuai bestek, warga Desa Hilifadölö dan Desa Sitölubanua Fadoro, Kecamatan Moro’ö, meminta pemerintah daerah dan lembaga/instansi terkait mengusut tuntas penyebab ketidaksesuaian itu.

“Dalam surat pengaduan yang disampaikan ini, kami meminta Bupati Nias Barat, DPRD Kabupaten Nias Barat, LSM/Pers se-Kabupaten Nias Barat meninjau/memantau hasil pengerjaan proyek ini di lapangan karena diduga CV Sotaro mengerjakannya tidak sesuai bestek dan terkesan asal-asalan,” ujar salah seorang warga pelapor, Emanuel Gulö, kepada NBC beberapa hari yang lalu, di Nias Barat.

Dikatakan Emanuel, pada pengerjaan pembangunan jalan hotmix ini sangat disesali karena selain kualitasnya diragukan, juga volume pengerjaan pembangunan tidak sesuai dengan bestek. Padahal telah menelan biaya yang cukup besar.

“Kami (warga Nias Barat) sangat menyesalkan pengerjaan pembangunan ruas Jalan Moro’ö ini karena terkesan asal-asalan, di beberapa titik dari dusun Lölö’ana’a, Desa Hilifadölö, menuju Dangagari, Desa Sitölubanua Fadoro sudah mulai rusak. Padahal, proyek ini telah menelan biaya yang cukup besar, sementara sangat diragukan kualitasnya. Dalam pembangunan proyek ini menelan biaya sebesar Rp 1.920.000.000 dari APBD tahun anggaran 2014,” ujarnya.

Sejumlah kejanggalan pada pembangunan ruas jalan ini yang dilakukan CV Sotaro, disebutkan Emanuel kepada NBC, di antaranya, “Selama pengerjaan pengerasan baru di walas/fibro setelah pemasangan BSA dan langsung diaspal sehingga dikhawatirkan kepadatan jalan tersebut diragukan. Kemudian, ketebalan bervariasi dan pengaspalan tidak merata. Akibatnya, di beberapa titik ruas jalan ini sekarang sudah ada yang hancur dan terkelupas. Ditambah lagi volume pekerjaan fisik masih kurang,” ujarnya.

Sebagai warga masyarakat pengguna jalan, kata Emanuel, dirinya merasa heran, apakah Kadis PU tidak mengetahui pengerjaan proyek pembangunan ruas jalan Moro’ö ini tidak sesuai dengan bestek “Kenapa tidak ada pengawasan pemerintah. Oleh sebab itu, patut diduga kurangnya maksimal pengawasan Dinas PU dalam pekerjaan ini ataukah telah bermain mata dengan kontraktor? Oleh karena itu, kami telah melaporkannya kepada Bupati Nias Barat untuk diproses,” ujarnya.

Emanuel berharap, kiranya Kadis PU Kabupaten Nias Barat agar tidak lekas menerima pekerjaan pembangunan Jalan Moro’ö ini yang dilaksanakan pihak CV Sotaro sebelum melakukan perbaikan ulang. “Kami sangat mengharapkan kepada Kadis PU Nias Barat agar tidak cepat-cepat menerima pekerjaaan CV Sotaro ini sebelum melakukan pemeriksaan kegiatan terlebih dahulu di lapangan. Namun, apabila laporan yang kami sampaikan ini tidak akan digubris oleh pemerintah maka dapat diduga sudah ada kesepahaman bersama,” ujarnya.

Bupati Diminta Tindaklanjuti

Di tempat yang sama, aktivis LSM Fatulusi Gulö mengatakan sangat menyayangkan ketidaksesuaian realisasi volume pekerjaan pada pembangunan ruas Jalan Moro’ö ini, yang telah menelan biaya yang cukup besar. Apalagi kalau ditengarai adanya kerugian negara/daerah.

“Sangat menyangkan apabila pengerjaan proyek pembangunan jalan ini tidak sesuai bestek karena anggaran untuk pembangunan jalan ini cukup besar. Apakah itu masih kurang dana lagi kepada CV Sotaro untuk menyukseskan pembangunan jalan itu. Ini merupakan beban moral kepada instansi/lembaga terkait untuk memastikan penyebab ketidaksesuaian volume pekerjaan dengan bestek seperti yang telah dilaporkan warga, apalagi kalau ditengarai adanya kerugian negara/daerah,” ujarnya kepada NBC.

Fatulusi mengharapkan kepada kepada Bupati Nias Barat, demi menjaga citra nama baik dan juga memaksimalkan pengawasan terhadap pembangunan.

Hingga berita ini diturunkan, NBC sedang berusaha meminta konfirmasi kepada Bupati Nias Barat dan juga kepada Kadis PU Kabupaten Nias Barat. NBC juga belum berhasil mengonfirmasi terkait laporan masyarakat ini kepada pemilik CV Sotaro. [AMI]

Related posts