News|Pendidikan|Irwanto Hulu|

Wali Kota Gunungsitoli: Sekolah Jangan Memaksakan Siswa Lulus 100 Persen

Wali Kota Gunungsitoli dan Kadis Pendidikan saat meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 1 Gunungsitoli, Rabu (15/4/2015) Foto : NBC/Irwanto Hulu

Wali Kota Gunungsitoli dan Kadis Pendidikan saat meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 1 Gunungsitoli, Rabu (15/4/2015) Foto : NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Meski telah diberikan kepercayaan oleh pemerintah pusat untuk menentukan kelulusan siswa, sekolah diminta tetap obyektif dan mengutamakan kualitas dalam meluluskan siswa. Pihak sekolah diharapkan tidak memaksakan diri meluluskan siswanya 100 persen.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase kepada NBC ketika meninjau pelaksanaan UN di SMK Swasta Pembangunan Nias (Pembda Nias), Jalan Pelita, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Rabu (15/4/2015).

“Kita tahu jika setiap tahun UN dilaksanakan untuk mengevaluasi bagaimana belajar mengajar di setiap sekolah, yang artinya sejauhmana prestasi yang dicapai murid setelah belajar tiga tahun. Kita harap, seluruh sekolah di Kota Gunungsitoli terutama SMA/SMK/MA, ada kemajuan yang signifikan dari segi kualitas tiap tahun,” harap Martinus.

Pada era globalisasi ini, kata Martinus, setiap saat kita dituntut untuk terus berkompetisi diberbagai hal, terutama berkompetisi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus mengalami perkembangan dan kemajuan setiap saat. Karena itu, pihak sekolah yang mengambil bagian menentukan kelulusan siswa, harus benar obyektif dan mengutamakan kualitas, jangan terlalu memaksa lulus 100 persen.

“Jika ada siswa yang mau tidak mau membutuhkan pembinaan kembali, tidak ada salahnya jika sekolah melakukan pembinaan kembali. Apabila siswa yang selama ini tidak serius dalam belajar, dipaksa untuk lulus, kita takut jika akhirnya ijazah yang dia terima kelak tidak berarti apa-apa untuk dia,” tuturnya.

Martinus berpesan agar seluruh sekolah di Kota Gunungsitoli dapat bersaing dalam segi kualitas, dan bukan hanya di sisi kuantitas. Tujuannya, supaya ke depan, pelajar dari Kota Gunungsitoli bisa bersaing bukan hanya di tingkat Pulau Nias, tetapi bisa bersaing di tingkat Sumatera Utara ataupun Nasional.

2 Siswa SMK Tidak Ikut UN

Di tempat yang sama, Plt. Kadis Pendidikan Kota Gunungsitoli Arozato Harefa memberitahukan bahwa dari hari pertama hingga hari terakhir, pelaksanaan UN di Kota Gunungsitoli berjalan dengan aman dan lancar. Dari 2.733 siswa SMA sederajat yang seharusnya mengikuti UN di Kota Gunungsitoli, ada dua siswa dari SMK Negeri 1 Gunungsitoli yang tidak mengikuti UN sejak hari pertama.

“UN tahun ini, hanya dua orang siswa yang tidak hadir sejak hari pertama. Keduanya berasal dari SMK Negeri 1 Gunungsitoli, keduanya sudah lama tidak masuk sekolah, dan nama mereka sempat terdaftar sebagai peserta UN,” terang Kadis Pendidikan.

Selain meninjau pelaksanaan UN di SMK Pembda Nias, Wali Kota Gunungsitoli juga meninjau pelaksanaan UN di SMA negeri 3 dan SMA Negeri 1 Gunungsitoli. Siswa SMK Pembda Nias yang mengikuti UN berjumlah 243 orang, dan semua siswa hadir sejak hari pertama.

Hal serupa juga terjadi di SMA Negeri 3 Gunungsitoli, dimana menurut kepala sekolah SMA Negeri 3 Gunungsitoli Joni Ani Gulo, siswa yang mengikuti UN di SMA Negeri 3 Gunungsitoli berjumlah 309 siswa, dan seluruh siswa mengikuti UN dari hari pertama hingga hari terakhir. [WAN]

Related posts