LKPJ 2014

Wali Kota Gunungsitoli Klaim Pembangunan Jalan dan Jembatan Melampaui Target

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase ketika membaca nota pengantar LKPJ tahun anggaran 2014, Selasa (7/4/2015) Foto : Irwanto Hulu

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase ketika membacakan nota pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2014, Selasa (7/4/2015), di Kota Gunungsitoli. | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Wali Kota Gunungsitoli mengklaim bahwa pembangunan jalan dan jembatan di Kota Gunungsitoli hingga tahun 2014 telah melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Gunungsitoli.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase ketika membacakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2014 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Gunungsitoli, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Selasa (7/4/2015).

Menurut Wali Kota, dalam bidang infrastruktur, Pemerintah Kota Gunungsitoli telah membangun jalan dan jembatan di Kota Gunungsitoli hingga 2014 sepanjang 231,27 kilometer. Target yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Gunungsitoli adalah panjang jalan dan jembatan yang dibangun hanya 97,31 kilometer.

Pembangunan infrastruktur itu meliputi lapen sepanjang 139,91 km, hotmix sepanjang 36,93 km, pembukaan badan jalan sepanjang 25, 47 km, LPB japat sepanjang 28,96 km, 328 duiker plat, 12 box culvert, pembangunan 9 abutment jembatan, dan rehabilitasi 13 jembatan.

Untuk pembangunan saluran drainase terjadi hal yang sama. Pembangunan saluran drainase mencapai 64.105,97 meter, sedangkan target akhir dalam RPJMD Kota Gunungsitoli 38.666,48 meter.

Selain itu, pembangunan beronjong di Kota Gunungsitoli hingga tahun 2014 mencapai 19.903,9 m³, tembok penahan 17.065,98 m, rehabilitasi jalan dan jembatan 66,1 km, pembangunan saluran irigasi 4.513,49 m, dan pembangunan 2 bendungan.

Sarana air bersih berupa perpipaan telah dibangun sepanjang 16.666,74 m, pembangunan jalan setapak 15.735,59 m, pembangunan jalan lingkungan 3.802,35 m, pembangunan 16 gedung pelayanan pemerintah, pembangunan 15 unit sarana dan prasarana lingkungan sehat perumahan.

Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, Wali Kota Gunungsitoli mengatakan, terjadi peningkatan jenjang guru S-1 sebanyak 16 orang, jenjang pendidikan guru S-2 sebanyak 1 orang, pembangunan 67 ruangan kelas baru SD, pembangunan 41 ruangan kelas baru SMP, pembangunan 13 ruangan kelas baru SMA/SMK, serta pembangunan 92 perpustakaan SD, 4 perpustakaan SMP, dan 8 perpustakaan SMA/SMK.

Perkembangan indikator makro pendidikan menunjukkan, APK SD/MI sebesar 99,78 persen, APK SMP/MTs sebesar 92,04 persen, APK SMA/SMK/MA sebesar 102,81 persen, APM SD/MI sebesar 81,22 persen, APM SMP/MTs sebesar 63,84, APM SMA/SMK/MA sebesar 70,62 persen, angka melek huruf 90,33 persen, rata-rata tingkat kelulusan SD/MI 100 persen, SMP/MTs 99,89 persen, dan SMA/SMK/MA 99,89 persen.

Bidang Kesehatan

Saat ini sarana pelayanan kesehatan yang tersedia di Kota Gunungsitoli meliputi 2 puskesmas rawat inap, 4 puskesmas rawat jalan, 18 puskesmas pembantu, dan 39 poskesdes.

Perkembangan indikator makro pembangunan bidang kesehatan tahun 2014, berdasarkan LKPJ yang dibacakan Wali Kota Gunungsitoli, angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup sebesar 153 per kelahiran hidup, angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup sebesar 27 per kelahiran hidup, prevalensi gizi kurang sebesar 2,06 persen, dan cakupan desa siaga aktif sebesar 36,63 persen atau lebih kurang 25 desa.

Bidang Ekonomi

Di bidang ekonomi, Wali Kota mengatakan, telah dilakukan pembangunan 3 pasar dan 10 los pekan, rehabilitasi 4 los pekan, bantuan 39 jenis peralatan industri, 15 jenis industri rumah tangga yang dibina, pembangunan/rehabilitasi 4 lokasi obyek wisata, desain 2 lokasi kawasan wisata, pengadaan 10 unit sarana dan prasarana perikanan, serta pengadaan 16 jenis bibit/benih unggul.

Dari pantauan NBC pada rapat paripurna pembacaan LKPJ Wali Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2014, sebelum Wali Kota Gunungsitoli membacakan LKPJ, anggota DPRD Gunungsitoli, Emanuel Ziliwu, melakukan interupsi. Ia menolak Wali Kota Gunungsitoli membacakan nota pengantar LKPJ karena, menurut dia, dalam LKPJ Wali Kota, semua pelaksanaan diklaim telah dilakukan 100 persen. Padahal, menurut Emanuel,  ada sejumlah proyek di Kota Gunungsitoli yang belum selesai 100 persen.

Namun, setelah diberi penjelasan oleh Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa, pembacaan nota pengantar LKPJ oleh Wali Kota Gunungsitoli dilanjutkan.

Seusai Wali Kota Gunungsitoli membacakan nota pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2014, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli mengatakan akan membentuk panitia khusus (pansus) pembahasan LKPJ Wali Kota Gunungsitoli 2014.

Pansus yang akan dibentuk seusai rapat paripurna, selambat-lambatnya 30 hari setelah pembentukan dan pembacaan nota pengantar Wali Kota Gunungsitoli tahun 2014, sudah harus menerbitkan rekomendasi terkait LKPJ Wali Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2014.

Menurut informasi yang diperoleh NBC dari Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Rabu (8/4/2015), pansus pembahasan LKPJ Wali Kota Gunungsitoli 2014 telah dibentuk hari Selasa (7/4/2015). Ketua pansus terpilih adalah Emanuel Ziliwu dan sekretaris adalah Alfons Telaumbanua. [WAN]

Related posts