KRIMINALITAS

Soal Rekayasa BAP Sumangeli, Polres Nias Selatan Tunggu Saran Polda Sumut

Kepala Divisi Propam Polres Nias Selatan Ipda AM Ginting

Kepala Divisi Propam Polres Nias Selatan Ipda AM Ginting. | Foto: NBC/Seiman Lase

TELUKDALAM NBC — Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Resor Nias Selatan terus melakukan penyelidikan atas kasus dugaan rekayasa berita acara pemerikasaan (BAP) Sumangeli Mendröfa yang diduga dilakukan oleh mantan penyidik Reserse Kriminal Polres Nias Selatan Brigadir Ganda Sinaga. Propam Polres Nias Selatan masih menunggu pendapat dan saran hukum dari Polda Sumatera Utara.

Hal itu dikatakan Kepala Divisi Propam Polres Nias Selatan Ipda AM Ginting yang ditemui di ruang kerjanya di Mapolres Nisel Jalan Mohammad Hatta nomor 1 Kelurahan Pasar Teluk dalam, Nias Selatan, Senin (13/4/2015). (Baca: BAP Diduga Hilang, Polisi Periksa Lagi Sumangeli)

“Laporan Pak Sumangeli tentang rekayasa BAP yang dilakukan oknum penyidik Reskrim sudah kami tangani. Sampai saat ini kami masih terus menyelidikinya. Beberapa saksi terkait kasus itu telah kami periksa. Berkas kasusnya pun telah kami kirim ke Dikkum Polda pada awal Maret 2015. Kami masih menunggu pendapat dan saran hukum (PH) dari Polda. Setelah PH itu turun baru disidangkan. Mudah-mudahan PH dari Polda segera turun dalam waktu dekat,” ujarnya.

Polres Nias Selatan belum bisa memastikan tindakan apa yang diberikan kepada Brigadir Ganda Sinaga terkait laporan tersebut karena proses penyelidikan masih terus dilakukan dan belum disidangkan. “Setelah turun PH dari Polda baru bisa disidangkan. Setelah disidangkan baru bisa diketahui apa sanksi yang diberikan.”

Menanggapi perpindahan Brigadir Ganda Sinaga di Polsek Gomo, Ginting mengatakan bahwa perpindahan anggota Polri merupakan kebijakan pimpinan sesuai kebutuhan organisasi. Untuk kasus itu, Brigadir Ganda Sinaga bisa dijerat dengan kode etika profesi.

“Bisa-bisa saja karena kasus itu dia dipindahkan. Tapi yang jelas, perpindahan anggota merupakan kebijakan pimpinan sesuai kebutuhan organisasi,” kata Ginting.

Untuk diketahui, BAP Sumangeli Mendrofa dalam kasus penganiayaan dan pengancaman yang diduga dilakukan oleh Fansolidarman Dachi diduga telah direkayasa oleh Brigadir Ganda Sinaga yang saat itu masih aktif sebagai penyidik di Reskrim Polres Nias Selatan.

Karena direkayasa, Sumangeli melaporkan Brigadir Ganda Sinaga ke Divisi Propam Polres Nias Selatan dengan nomor : STPL/01/I/2015/Sipropam tanggal 2 Januari 2015 pada awal Maret 2015. “Saya menduga BAP saya sudah direkayasa. Saya melihat lembaran, isi dan tanda tangan saya sudah berubah dari sebelumnya,” ujar Sumangeli, Jumat (10/4/2015). [SEI]

Related posts