Rp 8 Miliar Biaya Pembangunan Monumen Gempa Nias

Denah atau gambar lokasi bekas TPI yang akan dijadikan objek wisata dan tempat pembangunan monumen peringatan gempa yang dipampang pada acara peletakkan batu pertama monumen gempa, Sabtu (28/3/2015) Foto : NBC/ Irwanto Hulu

Denah atau gambar lokasi bekas TPI yang akan dijadikan objek wisata dan tempat pembangunan monumen peringatan gempa yang dipampang pada acara peletakkan batu pertama monumen gempa, Sabtu (28/3/2015) Foto : NBC/ Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Pembangunan areal taman kota beserta monumen gempa Nias di lokasi bekas TPI Gunungsitoli, Jalan Lagundri, Kota Gunungsitoli, diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 100 miliar. Adapun khusus tugu peringatan gempa, yang mulai dibangun pada 2016, memakan biaya Rp 8 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Kota Gunungsitoli Motani Telaumbanua kepada NBC ketika ditemui seusai mengikuti rapat paripurna pembacaan nota pengantar LKPJ Wali Kota Gunungsitoli tahun anggaran 2014, di kantor DPRD Kota Gunungsitoli, Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Selasa (7/4/2015).

“Pembangunan monumen baru dimulai tahun depan atau tahun 2016, dan kita perkirakan biayanya kurang lebih Rp 8 miliar. Tahun ini, kita melakukan pembenahan lokasi bekas TPI Gunungsitoli tempat monumen tersebut akan kami mulai bangun tahun 2016,” ungkap Motani.

Untuk tahun ini, Pemkot Gunungsitoli telah menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar dari APBD 2015 untuk meratakan lahan dan persiapan lainnya. Namun, menurut Motani, proyek awal itu belum dimulai karena belum ditenderkan.

Menurut Motani, monumen peringatan gempa yang akan dibangun berbentuk burung Beo. “Patung burung Beo itu nanti akan disanggah oleh tiang besar dan di setiap tiang itu akan ditulis nama-nama korban gempa yang meninggal pada 28 Maret 2005 di seluruh Pulau Nias,” ujarnya.

Rp 100 Miliar

Untuk pembangunan seluruh areal taman kota bekas TPI ini, kata Motani diperkirakan akan memakan biaya hingga Rp 100 miliar. “Kami perkirakan, biaya untuk pembangunan bekas TPI Gunungsitoli menjadi lokasi obyek wisata dan pembangunan monumen peringatan gempa kurang lebih Rp 100 milliar. Sumber dana berasal dari APBN, APBD Kota Gunungsitoli dan sumber lainnya, sehingga pembangunan kita lakukan secara bertahap,” ujarnya.

Pantauan NBC, Dinas Tarukim Kota Gunungsitoli telah membuat gambar perencanaan pembangunan areal taman kota ini dan dipajang di areal bekas TPI itu.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly dan Menteri Pariwisata Arief Yahya telah meletakkan batu pertama pembangunan monumen peringatan gempa Nias di Jalan Lagundri, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Sabtu (28/3/2015) (Baca: Menteri Yasonna dan Arief Letakkan Batu Pertama Monumen Gempa Nias). [WAN]

Related posts