PAJAK KABUPATEN NIAS

Rp 2 Miliar Tunggakan Pajak Kabupaten Nias agar Dihapus

Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Nias Jefry W Wau. Foto NBC. Nitema Mendrofa.

Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Nias Jefry W Wau. | Foto: NBC/Nitema Mendrofa

GUNUNGSITOLI, NBC — Tunggakan pajak masyarakat Kabupaten Nias sebelum pemekaran daerah otonom baru mencapai Rp 2 miliar. Dinas Pendapatan Kabupaten Nias mengusulkan kepada pimpinan daerah agar dilakukan penghapusan utang tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Nias Jefry W Wau kepada NBC, Rabu (8/4/2015), di ruang kerjanya.

“Sebelum 2009, terdapat tunggakan pajak masyarakat sebesar Rp 2 miliar. Petugas sudah melakukan penagihan, tetapi pemilik utang tidak bersedia membayar dengan alasan sudah berada di wilayah daerah otonom baru,” ujarnya.

Menurut Jefry, kesadaran masyarakat membayar pajak belum optimal. Maka, pihaknya akan melakukan sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui pemasangan spanduk, dan upaya lain.

“Setiap tahun catatan tunggakan pajak sebelum 2009 sampai sekarang masih ada. Hal itu akan diusulkan kepada pimpinan daerah supaya dilakukan penghapusan. Sebab, masyarakat yang berutang itu tidak mau membayar lagi,” lanjutnya.

PBB Naik Menjadi Rp 250 Juta

Jefry mengatakan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Nias pada 2015 mengalami kenaikan. Sebelumnya PBB Kabupaten Nias sebesar Rp 190 juta.

“Pada 2015, jumlah PBB Kabupaten Nias sebesar Rp 250 juta atau naik Rp 60 juta setiap tahun. Kenaikan PBB tersebut berdasarkan data luas tanah dan bangunan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencapaian penagihan pajak pada 2014 sebesar 99,94 persen dari Rp 81 miliar, sedangkan target pendapatan asli daerah (PAD) pada 2015 sebesar Rp 63 miliar. Target tersebut bisa berubah dan akan disesuaikan pada APBD-P 2015 mendatang. [TEM]

Related posts