OPERASI SIMPATIK

Polres Nias Gelar Operasi Simpatik pada 1-21 April 2015

Waka Polres Nias saat menyematkan pita tanda operasi kepada perwakilan satuan yang ikut dalam operasi simpatik toba 2015, Rabu (1/4/2015). Foto : Irwanto Hulu

Wakil Kepala Polres Nias menyematkan pita tanda operasi kepada perwakilan satuan yang ikut dalam Operasi Simpatik Toba 2015, Rabu (1/4/2015). | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Untuk meningkatkan disiplin polisi lalu lintas dan mewujudkan pelayanan yang bersih, Kepolisian Resor Nias menggelar Operasi Simpatik Toba di wilayah hukum Polres Nias mulai 1 April hingga 21 April 2015.

Pelaksanaan Operasi Simpatik Toba 2015 yang bertema “Polantas sebagai Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik guna Mewujudkan Pelayanan Prima kepada Masyarakat” ditandai dengan upacara gelar pasukan operasi di Markas Polres Nias, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Rabu (1/4/2015).

Inspektur upacara, Wakil Kepala Polres Nias Komisaris Faduhusi Zendrato, mengatakan, tujuan operasi ini adalah untuk meningkatkan disiplin anggota polantas, mewujudkan pelayanan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mewujudkan masyarakat yang tertib dan patuh hukum dalam berlalu lintas.

Pelaksanaan Operasi Simpatik Toba lebih difokuskan pada pembenahan dan penertiban internal serta lebih mengedepankan pada unit pelayanan publik, seperti pos polisi, jalan umum, unit pelayanan SIM, STNK, dan BPKB, serta penanganan kecelakaan lalu lintas.

Satuan Tugas

Operasi Simpatik Toba 2015 dibagi dalam beberapa satuan tugas (satgas), antara lain satgas deteksi dini, satgas preemtif, satgas preventif, satgas penegakan hukum, dan satgas bantuan operasi.

Tugas satgas deteksi dini adalah melakukan kegiatan intelijen berupa penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan yang mengawali serta mengakhiri operasi, dan membuat perkiraan intelijen.

Satgas preemtif melaksanakan penerangan, pembimbingan, penyuluhan dan sosialisasi, serta pendidikan lalu lintas kepada seluruh masyarakat. Satgas preventif bertugas melaksanakan kegiatan pengaturan, penjagaan, dan pengawasan terhadap pengguna jalan untuk mencegah dan memperkecil peluang terjadinya pelanggaran yang dapat menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.

Adapun satgas penegakan hukum bertugas melakukan pengawasan dan penindakan terhadap anggota di lapangan yang melakukan pelanggaran serta penindakan terhadap pelanggar pengguna jalan. Satgas bantuan operasi bertugas memberikan pelayanan kesehatan serta sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan operasi.

Sesuai pantauan NBC di Mapolres Nias, upacara gelar pasukan ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan kesatuan yang ikut dalam operasi. Pelaksanaan upacara juga dihadiri Wakil Bupati Nias, Sekda Kota Gunungsitoli, Pasi Operasi Kodim 0213/Nias, dan Dansub Pom 1/2-5 Nias. [WAN]

Related posts