PEMBUNUHAN

Pengawas Sekolah di Moro’ö Ditemukan Tewas Mengenaskan

LAHÖMI, NBC – Sökhizoya Waruwu alias Ama Toni (47) ditemukan tewas mengenaskan, Sabtu (4/4/2015) pukul 18.00,  di sebuah Kebun di Dusun II, Desa Hilisörömi, Kecamatan Lahömi, Nias Barat. Korban sehari-hari bertugas sebagai pengawas sekolah di Kecamatan Moro’ö. Hingga kini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki motif dan siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Mandrehe Aiptu Riskon Ginting, yang ditemui NBC, Sabtu (11/4/2015), di ruang kerjanya di Mandrehe membenarkan bahwa sampai saat ini polisi masih belum menemukan pelaku pembunuhan Sökhizoya Waruwu, warga Desa Onozalukhu Yöu, Kecamatan Moro’ö. Hal ini terutama karena minimnya informasi yang diperoleh.

“Polsek Mandrehe sedang berusaha menyelidiki lebih dalam dengan bukti-bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara untuk menemukan pelaku. Bukti-bukti yang telah ditemukan tersebut tidak bisa disampaikan sebelum pelaku ditemukan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, kata Riskon kepada NBC, diperkirakan korban tewas pada Kamis, 2 April 2015 pukul 20.00. Sökhizoya berangkat dari rumahnya tanpa diketahui pihak keluarga tujuannya ke mana. Dugaan keluarga, korban hanya pergi ke warung.

Namun, karena tak kunjung pulang hingga esok harinya, keluarga mulai gelisah dan berusaha mencari, tetapi hasilnya nihil. Akhirnya, anak korban, ZIW, Sabtu (4/4/2015), datang ke Polsek Mandrehe, melaporkan soal ayahnya yang hilang secara misterius.

Menindaklanjuti laporan keluarga tersebut, petugas Polsek Mandrehe langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian. “Kami (polisi) bersama warga melakukan pencarian dan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi. Korban ditemukan di kebun ubi warga di Dusun II, Desa Hilisörömi,” ujarnya.

Luka Tikaman

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, di tubuh korban ditemukan sembilan luka tikaman senjata tajam dan tangan kiri patah, sementara kulit kepala terkelupas. Hingga berita ini ditayangkan, kepolisian masih menyelidik kasus ini dengan mengambil keterangan keluarga dan saksi untuk menemukan pelaku pembunuhan. Dari foto yang diterima Redaksi NBC, saat ditemukan, korban mengenakan celana sport (training) warna biru dan kaus garis-garis berwana putih, merah, dan hitam.

“Kami sedang berusaha keras menemukan pelaku pembunuhan ini, berdasarkan keadaan mayat yang ditemukan di tempat kejadian perkara, korban diduga menjadi korban pembunuhan terencana. Apabila terbukti, pelaku dapat dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP dan 338 KHUP dengan ancaman kurungan 15 tahun sampai hukuman mati,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulö, kepada NBC, meminta kepada Polsek Nias Barat untuk segera mengungkap pembunuhan sadis itu. “Saya sudah langsung menelepon Polsek Mandrehe untuk segera menyelidiki  dan mengungkap pembunuhan pengawas sekolah itu,” ujar Adrianus.

Ia juga berharap kepada masyarakat agar melaporkan setiap informasi yang didapatkan terkait peristiwa pembunuhan itu. “Pelakunya harus segera ditemukan. Tolong, warga membantu kepolisian agar pelaku segera tertangkap,” ujarnya.

Dari informasi yang beredar di masyarakat, korban diduga dibunuh karena sakit hati akibat cemburu.  Meskipun demikian, polisi diharapkan segera mengungkap penyebab sebenarnya. [AMI]

Related posts