Pengadilan Gunungsitoli Gelar Sidang Gugatan terhadap Bupati Nias

Sidang gugatan pembacaan gugatan CV Karya Sendoro terhadap Bupati Nias di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Rabu (29/4/2015) | Foto : NBC/ Irwanto Hulu

Sidang gugatan pembacaan gugatan CV Karya Sendoro terhadap Bupati Nias di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Rabu (29/4/2015) | Foto : NBC/ Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Pengadilan Negeri Gunungsitoli kembali menggelar sidang gugatan Direktur CV Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua terhadap Bupati Nias Sökhi’atulö Laoli. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Kota Gunungsitoli, Rabu (29/4/2014), tidak dihadiri Bupati Nias ataupun kuasa hukumnya.

Pada sidang yang dipimpin langsung Ketua Pengadilan Gunungsitoli Khamözaro Waruwu, penggugat mempertanyakan ketidakhadiran pihak tergugat dan berharap proses sidang terus dilanjutkan tanpa kehadiran para tergugat.

Menjawab pertanyaan penggugat, Ketua Pengadilan menegaskan, ketidakhadiran para tergugat tidak akan mengganggu proses sidang. Sidang akan terus digelar sesuai aturan tanpa kehadiran tergugat (verstek).

Sebelum menutup sidang gugatan pembatalan CV Karya Sendoro sebagai pemenang tender proyek pengadaan Alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli pada 2012 dengan pagu dana Rp 15 miliar oleh Bupati Nias, Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli menyatakan agar tergugat memberi balasan surat gugatan yang telah disampaikan Direktur CV Karya Sendoro kepada Majelis Hakim pada Rabu (6/5/2015).

Sonitehe Telaumbanua, yang ditemui NBC seusai sidang, sangat menyesali sikap Bupati Nias Sökhi’atulö Laoli yang tidak menghadiri persidangan dan ini mengindikasikan Bupati Nias meremehkan lembaga peradilan di Kota Gunungsitoli.

“Kalau Bupati Nias merasa bertanggung jawab atas keputusannya, dirinya harus berani menghadapi proses hukum dan segera memberikan jawaban pada persidangan atas gugatan yang telah dia sampaikan di pengadilan. Saya berharap, Bupati Nias datang dan memberikan penjelasan langsung di pengadilan, apa dasar dia menerima permintaan perusahaan yang diduga milik Ridwan Winata untuk membatalkan perusahaan saya sebagai pemenang tender proyek pengadaan Alkes di RSU Gunungsitoli tahun 2012 dengan pagu dana Rp 15 miliar,” kata Sonitehe kepada NBC.

Tidak Hadir karena Sibuk

Kuasa Hukum Bupati Nias, Agusmar Zalukhu, yang dihubungi NBC melalui telepon seluler, mengatakan, tidak dapat menghadiri persidangan karena sibuk dan banyak pekerjaan. “Kami sangat sibuk dan banyak kerja sehingga tidak dapat menghadiri sidang yang digelar tadi,” ujar Agusmar.

Pada berita sebelumnya, telah dibeberkan bahwa sebelum sidang materi gugatan dimulai, hakim memberikan kesempatan kepada penggugat dan tergugat untuk menempuh jalur mediasi sesuai Undang-Undang selama 50 hari. Kesempatan mediasi yang diberikan Ketua Hakim Majelis mulai Rabu (11/3/2015), dipandu oleh hakim mediator Agung Laia. Namun, dari hasil mediasi tersebut tidak ditemukan kata sepakat. [WAN]

Related posts