INFRASTRUKTUR BANDARA

Penerangan Bandara Binaka Terganggu, Penumpang Pesawat Pagi Mengeluh

Kondisi bandara binaka Gunungsitoli yang masih gelap tanpa penerangan hingga pukul 06.00 wib, Selasa (7/4/2015) Foto : Irwanto Hulu

Kondisi Bandara Binaka, Gunungsitoli, masih gelap tanpa penerangan hingga pukul 06.00, Selasa (7/4/2015). | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Penerangan di Bandar Udara Binaka, Kota Gunungsitoli, terganggu sehingga penumpang yang menggunakan jasa bandara mengeluh. Akibat gangguan tersebut, beberapa bulan terakhir, penumpang pesawat yang berangkat pagi harus rela menunggu dalam keadaan gelap.

Salah satu penumpang yang kerap mengalami hal tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Hadirat ST Gea. Hadirat yang dihubungi NBC melalui telepon seluler, Selasa (7/4/2015), mengatakan sedang menunggu kedatangan pesawat dari Bandara Kualanamu, Medan. Namun, hingga pukul 06.00, penerangan di Bandara Binaka belum juga dihidupkan sehingga dia bersama penumpang lain harus menunggu dalam keadaan gelap.

Menurut Hadirat, kejadian tersebut sudah terjadi sejak tiga bulan lalu dan hingga kini pihak bandara belum melakukan perbaikan penerangan walaupun kerap diingatkan.

“Saya sudah menanyakan alasan tidak adanya penerangan di Bandara Binaka kepada petugas beberapa kali, tetapi alasannya ada gangguan jaringan. Di Bandara Binaka ada genset, tetapi tidak dioperasikan,” ujar Hadirat.

Hadirat mengungkapkan, sebelumnya pajak bandara (airport tax) di Bandara Binaka Rp 10.000 per orang. Namun, dengan alasan peningkatan pelayanan, pihak bandara meminta persetujuan DPRD untuk penambahan besaran pajak bandara dan sudah disetujui menjadi Rp 20.000 per orang.

Walaupun pajak bandara sudah dinaikkan, hingga kini pelayanan Bandara Binaka masih seperti dulu dan tidak ada peningkatan. Dia berharap, Direktur Jenderal Perhubungan Udara mengevaluasi kinerja Kepala Bandara Binaka.

Kerusakan Jaringan Listrik Bandara

Kepala Bandara Binaka Gunungsitoli B Silitonga yang dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (7/4/2015), membenarkan bahwa ada kerusakan jaringan listrik di lingkungan Bandara Binaka sejak dua bulan lalu.

Akibat kerusakan itu, mereka harus menggunakan genset setiap hari yang baru dihidupkan pada pukul 06.00.

“Kami tidak mungkin menyalakan genset full 24 jam karena anggaran tidak tersedia. Terpaksa kami harus melakukan penghematan,” ujar Silitonga.

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan dan penggalian jaringan. Ia memperkirakan penerangan di Bandara Binaka akan normal dalam beberapa hari ke depan.

” Arus listrik kita dari PLN, tetapi kabel jaringan di lingkungan bandara menjadi tanggung jawab bandara, dan kami pakai sistem tanam. Akibat ada kerusakan pada jaringan bawah tanah, kami terpaksa membongkar jaringan yang rusak dan mengganti dengan yang baru sehingga selama beberapa bulan kami memakai genset,” papar Silitonga. [WAN]

Related posts