Penadah Emas Curian di Nias Ditangkap Polresta Medan

Wahyu Bram

MEDAN, NBC – Seorang penadah emas di Nias ditangkap oleh anggota Polresta Medan, karena diduga membeli perhiasan dan dokumen penting hasil curian senilai Rp 440 juta yang dilakukan empat orang pencuri di Jalan Karya, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Minggu (5/4/2015). Hingga saat ini, Polisi belum bisa memberikan nama penadah emas yang ditangkap tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram membenarkan bahwa saat ini anggotanya sedang membawa penadah emas dari Nias ke Mako Polresta Medan. “Belum tahu namanya. Anggota belum bisa dihubungi karena masih di pesawat,” ungkap Wahyu Bram kepada NBC, Selasa (28/4/2015) sore ketika dihubungi melalui selulernya.

Dirinya menyebutkan, penangkapan ini dilakukan atas pengembangan kasus pencurian brankas berisi uang Rp 500 juta di rumah milik Saldi Gultom, 42. Di mana, keempat kawanan pencuri ini telah ditangkap setelah beberapa hari melakukan aksinya di rumah korban yang dijadikan Play Group TK Generasi Mas Bangsa (GMB) di Jalan Karya, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Minggu (5/4/2015) sore lalu.

Keempat pelaku tersebut adalah SW alias Jr (27), BH (37), RHW (27), dan LHM (20) ditangkap petugas dari lokasi terpisah di Medan. Bahkan, salah seorang pelaku, LHM telah lama bekerja sebagai penjaga rumah korban.

Menurut mantan penyidik KPK ini, pencurian ini bermula saat pelaku RHW menghubungi LHM dan menanyakan apakah di tempatnya bekerja ada barang berharga. “Di situ LHM mengaku bahwa di tempatnya bekerja ada brankas yang berisikan uang jutaan rupiah. Selanjutnya, pelaku lainnya melakukan aksinya. Sebelum melakukan aksinya, para pelaku terlebih dahulu menduplikatkan kunci rumah korban. Makanya, saat pencurian tidak ada pintu yang rusak,” jelasnya.

Usai beraksi, para tersangka meraup uang kontan senilai Rp 60 juta dan dibagi menjadi empat. “Isi brankas lain, seperti perhiasan dan dokumen penting lain yang nilainya mencapai Rp 440 juta dijual ke penadah di Nias. Para pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” urainya.

Sementara itu, sekira pukul 6 sore, belum ada tanda-tanda tersangka bersama pihak kepolisian memasuki Mako Polrestas Medan yang berada di Jalan HM Said, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur. [ARA]

 

Top