BAHAN BAKAR MINYAK

Minyak Tanah Mahal, DPRD Minta Pertamina Evaluasi Izin AMT

Rapat Dengar Pendapat anatar DPRD dengan AMT, BPPT, Deperindagkop, Satpol-PP Kota Gunungsitoli terkait kelangkaan dan mahalnya harga Minyak Tanah, Kamis (2/4/2015.  Foto : Irwanto Hulu

Rapat dengar pendapat antara DPRD dengan agen minyak tanah, BPPT, Dinas Perindagkop, dan Satpol PP Kota Gunungsitoli terkait kelangkaan dan mahalnya minyak tanah, Kamis (2/4/2015), di Kota Gunungsitoli. | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Menanggapi kelangkaan dan mahalnya minyak tanah di Kota Gunungsitoli, DPRD Kota Gunungsitoli meminta Pertamina mengevaluasi izin agen minyak tanah (AMT) di Kota Gunungsitoli.

DPRD meminta Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Gunungsitoli memverifikasi semua izin subagen dan pengecer minyak tanah yang telah diterbitkan agar tidak terjadi tumpang tindih dan penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi di Kota Gunungsitoli.

Hal tersebut merupakan bagian dari kesimpulan yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Gunungsitoli John Kristian Ziliwu pada Rapat Dengar Pendapat DPRD Kota Gunungsitoli dengan agen minyak tanah, BPPT, serta Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Gunungsitoli, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Kamis (2/4/2015).

Kesimpulan lainnya, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM diminta mengefektifkan pengawasan. Sementara satuan polisi pamong praja (satpol PP) diminta berkoordinasi dengan camat dan kepala desa/lurah untuk turun ke lapangan guna melihat dan mengamankan subagen atau pengecer yang menyalahgunakan izin.

Komisi II melakukan kunjungan kerja ke Pertamina wilayah Sumatera Utara I pada 9 April 2015 bersama lintas komisi untuk membentuk panitia khusus atau panitia kerja. Komisi II berharap BPPT, Disperindagkop dan UMKM, serta perwakilan Depot Pertamina Gunungsitoli ikut serta.

Komisi II juga melakukan koordinasi dengan penegak hukum di Kota Gunungsitoli terkait penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi di Kota Gunungsitoli.

Harga Minyak Tanah Capai Rp 6.000 Per Liter

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa, yang ditemui NBC seusai mengikuti rapat dengar pendapat, mengatakan, dalam rapat itu juga diundang Kepala BPPT, Kepala Disperindagkop dan UMKM, Pertamina, serta agen minyak tanah yang ada di Kota Gunungsitoli. Tujuannya, membahas kelangkaan dan mahalnya minyak tanah di Kota Gunungsitoli.

Menurut Herman, dari ungkapan Depot Pertamina dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, minyak tanah disalurkan kepada agen minyak tanah dengan sistem loko atau di luar biaya angkut Rp 2.500 per liter. Menurut agen minyak tanah, minyak tanah yang disalurkan kepada subagen seharga Rp 2.650 per liter dan kepada pengecer Rp 2.850 per liter.

Namun, harga minyak tanah saat ini yang dijual kepada masyarakat Rp 5.000-Rp 6.000 per liter. Bahkan, jika ditinjau di subagen atau pengecer, umumnya minyak tanah tidak ada atau kosong.

Jatah Kota Gunungsitoli 19.500 Liter Per Hari

Di tempat yang sama, Meiman S Larosa, perwakilan Depot Pertamina Kota Gunungsitoli, menuturkan, setiap hari jatah minyak tanah untuk Kota Gunungsitoli lebih kurang 19.500 liter. Namun, dia tidak bisa menyebutkan jatah minyak tanah untuk Pulau Nias setiap hari karena hal tersebut merupakan wewenang pimpinan.

Kepada NBC, Caela, perwakilan AMT Nias Verocindo Jaya, mengatakan menyalurkan kepada agen minyak tanah di Kota Gunungsitoli sesuai izin yang telah terbit dan pelanggan sebelumnya. Mereka siap mengikuti petunjuk DPRD terkait penyaluran minyak tanah di Kota Gunungsitoli.

Pada rapat dengar pendapat yang digelar sejak pukul 10.00 itu, hadir Kepala BPPT Linda Larosa, Kepala Disperindagkop dan UMKM Anna Dewi Sitorus, Kepala Satpol PP Irama Kharisma Zebua, perwakilan Depot Pertamina Meiman S Larosa dan Yusap Saplan, serta pemilik AMT Nias Verocindo Jaya, Caela, dan AMT Maju, Feri Hutagalung. [WAN]

Related posts