PELAYANAN MASYARAKAT

Masyarakat Mengeluh Kesulitan Mengurus KTP di Nias Selatan

TELUKDALAM, NBC Sejumlah masyarakat Nias Selatan kecewa dan mengeluh kesulitan mengurus dokumen pribadi berupa kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), Surat akta perkawinan, dan akta kematian di Kabupaten Nias Selatan. Kesulitan tersebut juga dialami Hilarius Duha saat mengurus KTP sebagai prasyarat bakal calon Bupati Nias Selatan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang biasanya mengeluarkan dokumen ini kini telah bergabung di Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah Nias Selatan paska-perampingan SKPD yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan.

“Saya sudah berulang kali datang mengurus KTP di Tapem tapi tidak bisa. Mereka (Tapem) tidak berani mengeluarkan KTP karena menunggu petunjuk dari kepala bagian. Saya sangat kecewa. Saya seharusnya sudah berangkat keluar Pulau Nias pekan lalu untuk melanjutkan perkuliahan saya, tetapi terkendala karena KTP saya masih belum keluar. Saya berharap agar pemerintah kita segera mencari solusi masalah ini,” ujar salah seorang warga yang tidak mau menyebutkan identitasnya kepada NBC seusai mendatangi kantor Tapem, Rabu (29/4/2015).

Hal senada dikatakan Hilarius Duha saat dikonfirmasi kebenaran dirinya tidak dapat mengurus KTP di Nias Selatan. “Iya itu benar. Saya sudah berkali-kali mengurus tapi tidak bisa. Alasannya Kabag sudah keluar daerah. Ini sangat menyusahkan masyarakat,” ujar Hilarius kepada NBC, Selasa malam (28/4/2015).

NBC yang meminta tanggapan Wakil Ketua DPRD Nias Selatan Yohana Duha mengaku, telah menerima informasi terkait kesulitan masyarakat mengurus KTP, tetapi tidak memberikan solusi yang nyata. Yohana hanya meminta agar pemerintah Nias Selatan segera mencari solusi sehingga pelayanan masyarakat dapat berjalan.

“Kami sudah dengar informasi tersebut. Ini terjadi setelah perampingan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Kami meminta agar pemerintah kita segera mencari solusi masalah pelayanan masyarakat ini. Kasihan masyarakat kita kalau begini. Masyarakat tidak bisa melaksanakan kepentingan pribadi hanya gara-gara dokumen ini tidak bisa dikeluarkan. Dokumen ini kan sangat penting bagi masyarakat, jadi pemerintah harus sesegera menanggapinya,” ujar Yohan saat ditemui di ruang kerjanya Jalan Saonigeho kilo meter 3,3 Kecamatan Teluk dalam, Rabu (29/4/2015).

NBC yang mencoba mengonfirmasi masalah ini kepada Kepala Bagian Tapem Sekretariat Daerah Nias Selatan Falua Nafaudu Laowö di kantornya, Jalan menuju Sorake kilometer 5, tidak berada di kantor. Salah seorang pegawai mengatakan kepada NBC bahwa Kabag Tapem tengah keluar daerah. [SEI]

Related posts