KORUPSI DI USBM

Mahasiswa Desak Kejari Telukdalam Ungkap Keterlibatan Idealisman Dachi

Pihak Kejaksaan Negeri Telukdalam menerima tuntutan mahasiswa. | Foto: Seiman Lase

Pihak Kejaksaan Negeri Telukdalam menerima tuntutan mahasiswa. | Foto: Seiman Lase

TELUKDALAM, NBC — Belasan mahasiswa USBM Nias Selatan berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Kejaksaan Negeri Teluk dalam Jalan Diponegoro, Kecamatan Telukdalam, Selasa (29/4/2015). Dalam spanduk, mahasiswa mendesak Kejari mengungkap keterlibatan Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan USBM di Nias Selatan yang kini telah menetapkan pengelola kampus, Sozisökhi Sihura, sebagai tersangka. Mahasiswa meminta Kejari Telukdalam untuk bekerja profesional.

Belasan mahasiswa USBM yang datang sekitar pukul 10.00 hanya bisa berorasi di halaman kantor Kejari lantaran tidak diterima oleh pihak Kejari Telukdalam karena tengah sibuk menerima kunjungan Asisten Pengawasan (Aswa) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sumatera Utara.

Setelah menunggu selama dua jam, tim Aswa yang didampingi Kajari Telukdalam I Made Suwarjana keluar dan langsung menaiki mobil dinas Kajari BB3W tanpa menanggapi belasan mahasiswa yang berharap bertemu dan menyampaikan aspirasi mereka. Kecewa dengan sikap Kajari tersebut, massa kemudian berdiri dan menghadang mobil yang dikendarai Kajari bersama tim aswas dan berteriak meminta Kajari turun dari mobil dinasnya. “Silakan turun, Pak. Kami ini bukan maling. Kami hanya menyampaikan aspirasi. Silakan turun dari mobilnya,” ujar Disiplin Luahamböwö, koordinator unjuk rasa.

Tidak peduli dengan desakan mahasiswa tersebut, mobil dinas yang kendarai Kajari Telukdalam beserta tim Aswas Kejatisu melaju dan menabrak pendemo. Beberapa mahasiswa terseret dan terjepit dengan mobil lain yang sedang parkir di halaman Kejari akibat tabrakan itu. Tidak gentar soal itu, mahasiswa kemudian kembali menghadang mobil tersebut. Beberapa petugas kepolisian dan jaksa melakukan aksi saling dorong dengan mahasiswa yang menahan laju mobil. Aksi tersebut berlangsung hingga beberapa menit.

Melihat kondisi tersebut, dua anggota tim Aswas turun dari mobil dan melakukan baku hantam dengan massa mahasiswa. “Saya Kajarinya. Saya Kajarinya. Kalian mau apa?” tanya tim Aswas bermarga Napitupulu dengan nada keras sembari memukul beberapa mahasiswa.

Tindakan Aswas tersebut menyulut emosi pendemo. Beberapa pendemo kemudian berlari menutup pagar kantor Kejari agar mobil yang dinaiki Kajari Telukdalam tidak keluar. Mobil dinas Kajari pun dilempari batu. “Turun kau pecundang. Kenapa takut dengan mahasiswa,” ujar salah seorang mahasiswa.

Usaha mahasiswa menahan mobil tersebut tidak berhasil. Beberapa personel Kepolisian Resor Nias Selatan melerai kumpulan mahasiswa. Mobil yang dikendarai Kajari dan tim Aswas keluar dari halaman kantor Kejari Telukdalam. Mahasiswa kemudian kembali ke kantor Kejari dan diterima oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Ardiansyah.

Minta Kejari Dicopot

“Kasus USBM masih terus kami kembangkan. Mohon bersabar, ya,” ujar Ardiansyah saat menerima mahasiswa USBM di halaman Kejari. Setelah berdialog dengan pihak Kejari Telukdalam, pendemo akhirnya membubarkan diri. Sebelumnya, pihak Kejari Telukdalam mengatakan kasus USBM masih harus menunggu hasil audit BPKP (NBC, 30/3/2015). Namun, hingga kini belum ada perkembangan dari audit BPKP tersebut. (Baca: Kejari Telukdalam Tunggu Hasil Audit BPKP)

Disiplin mengaku kecewa atas sikap Kajari Telukdalam yang dinilai tidak profesional. Dia meminta agar Kejati Sumut segera mencopot Kajari Telukdalam. “Kami sangat kecewa dengan sikap Kajari yang tidak profesional itu. Dia itu pecundang. Kenapa harus takut menghadapi mahasiswa. Kami ini bukan maling. Kami minta agar Kejatisu segera mencopot Kajari dari Jabatannya,” ungkap Disiplin. [SEI]

Related posts