DANA HIBAH UNTUK HAMBA TUHAN

Kejari Telukdalam Tetapkan Yunius Waruwu sebagai Tersangka

Afrizal Chair | Foto: NBC/Seiman Lase

Afrizal Chair | Foto: NBC/Seiman Lase

TELUKDALAM, NBC — Kejaksaan Negeri Telukdalam menetapkan Kepala Bidang Keagamaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nias Selatan Yunius Waruwu sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah kepada hamba Tuhan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nias Selatan tahun anggaran 2013. Penetapan status Yunius Waruwu sebagai tersangka tertuang dalam surat perintah penyidikan Nomor: Print-01/N.230/fd.01/04/2015 tanggal 15 April 2015.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Intel Kejari Teluk dalam Afrizal Chairnawar, saat ditemui di ruang kerjanya Jalan Diponegoro Kelurahan Pasar Kecamatan Telukdalam, Kamis (23/4/2015). “Kami sudah melakukan penyidikan atas perkara dugaan korupsi terhadap penyaluran dana bantuan kepada hamba Tuhan yang dilaksanakan oleh Kesbangpol. Kami sudah menetapkan satu orang tersangka. Tersangkanya atas nama Yunius Waruwu,” ujar Afrizal.

Afrizal mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kasus dugaan korupsi ini guna mengungkap keterlibatan mantan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nias Selatan, Yenieri Zebua, dan pihak lain yang diduga terlibat. Hingga saat ini, Kejari Telukdalam telah beberapa kali memeriksa Yenieri Zebua sebagai saksi dalam kasus ini.

“Untuk sementara masih satu orang tersangka. Kami terus melakukan pengembangan apakah tersangka ini aktif melaksanakannya sendiri atau kerja sama dengan Ketua FKUB saat itu, Yenieri Zebua. Dari hasil pengembangan bisa saja bertambah tersangkanya. Kami sudah beberapa kali memeriksa mantan Ketua FKUB dan Ketua FKUB yang masih aktif sebagai saksi dalam kasus ini,” ujarnya.

Menurut Afrizal, penyaluran dana bantuan kepada hamba Tuhan yang bersumber dari APBD Nias Selatan Tahun 2013 sebesar Rp 2,5 miliar tersebut terindikasi salah sasaran. Beberapa orang yang seharusnya tidak berhak menerima, tetapi diberikan oleh Kesbangpol. “Dari hasil audi BPK, ada temuan bahwa ada pihak-pihak yang tidak berhak menerima bantuan ini, tetapi diberikan juga,” katanya. (Baca: Asyik, Pemkab Nias Selatan Bagi-bagi Uang kepada Pendeta di Nias Selatan)

Selain itu, lanjut Afrizal, bantuan ini seharusnya diajukan berdasarkan proposal dari FKUB dan ditetapkan dalam daftar pengguna anggaran (DPA) Kesbangpol. Namun, nyatanya dana bantuan kepada hamba Tuhan dicairkan tanpa proposal. Daftar penerimanya pun disiapkan oleh Kesbangpol Nias Selatan. Kami terus menggali data pendukung. Dari audit BPK, kerugian negara telah dikembalikan sebesar Rp 360 juta.

Untuk diketahui, pada 2013 Pemerintah Nias Selatan memberikan dana bantuan kepada hamba Tuhan dengan jumlah Rp 2,5 miliar yang besumber dari APBD Nias Selatan 2013. Dana bantuan yang seharusnya diberikan dalam bentuk hibah ini menuai kontroversial dari khalayak ramai lantaran pemberian bantuan tersebut tidak sesuai prosedur dan belum mendapat persetujuan dari DPRD Nias Selatan.

Pada perayaan Natal 2014, Bupati Nias Selatan juga membagi-bagikan santunan kepada para hamba Tuhan. Akan tetapi, penyerahan santunan itu hanya sekadar simbolis saja. Hingga kini, santunan yang dijanjikan itu belum diterimakan kepada para hamba Tuhan. (Baca: Santunan kepada Hamba Tuhan Belum Cair, Bupati Nias Selatan Dianggap Beri Janji Palsu).  [SEI]

Related posts