KASUS DUGAAN KORUPSI

Kasus USBM, Kejari Telukdalam Tunggu Hasil Audit BPKP

Kasi Pidsus Kejari Telukdalam Ardiansyah | Foto: NBC/Suhertiyanus Dakhi

Kasi Pidsus Kejari Telukdalam Ardiansyah | Foto: NBC/Suhertiyanus Dakhi

TELUKDALAM, NBC — Kasus dugaan korupsi di Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) Nias Selatan kini dalam tahap audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kejaksaan Negeri Telukdalam sebelumnya telah menyerahkan sejumlah dokumen berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2012 dan 2013, Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pedana Khusus Ardiansyah saat ditemui NBC di ruang kerjanya, Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasar Telukdalam, Nias Selatan, Senin (30/3/2015)

Ardiansyah mengatakan bahwa beberapa waktu yang lalu pihaknya telah melengkapi berkas-berkas yang diminta oleh BPKP terkait dugaan korupsi di USBM. Dan saat ini, masih menunggu hasil audit BPKP untuk mengetahui berapa kerugian negara.

“Mandeknya kasus dugaan kasus korupsi USBM karena adanya dokumen yang tidak lengkap yang dibutuhkan BPKP dalam menghitung kerugian negara. Dokumennya berupa DIPA tahun 2012 dan 2013, dan sudah dilengkapi dua minggu yang lalu,” ujarnya.

Keterlambatan penanganan kasus USBM, terang Ardiansyah bukan karena disengaja. “Kejari tidak punya niat untuk memperlambat kasus ini. Kami sudah berjanji untuk menuntaskan kasus USBM ini termasuk BUMD. Jadi, tidak perlu meragukan kinerja penegakan hukum di Kejari Telukdama,” ungkapnya.

Ardiansyah juga menyebutkan bahwa dalam kasus dugaan korupsi USBM, pihaknya belum bisa memastikan apakah Bupati Nias Selatan terlibat atau tidak. Namun demikian, Bupati Nias Selatan telah dimintai keterangannya beberapa bulan yang lalu sebagai saksi.

“Terkait dengan keterlibatan Bupati Nias Selatan, bisa ia dan bisa juga tidak. Yang pastinya akan ada tersangka baru setelah hasil audit BPKP turun,” ungkapnya [HER]

Related posts