PERTANIAN

Hasil Penjualan Talas Jepang Belum Diterima Petani

Lokasi penanaman talas jepang di Desa Nazalou Lolowu Kecamatan Gunungsitoli Alooa. Rabu (15/4/2015). Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

Lokasi penanaman talas jepang di Desa Nazalöu Lölöwua, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Rabu (15/4/2015). | Foto: NBC/Onlyhu Ndraha

GUNUNGSITOLI ALO’OA, NBC — Sejumlah petani yang menanam talas jepang yang tergabung dalam Kelompok Fa’omasi di Desa Nazalöu Lölöwua dan Desa Niko’o Tano, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, mengatakan, seusai panen perdana yang difasilitasi Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli, hasil penjualan Rp 57 juta hingga kini belum mereka terima. Namun, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Gunungsitoli Yunus Waruwu mengatakan masalah tersebut telah selesai.

Seperti dikatakan Faoziduhu Zega (66), Ketua II Kelompok Fa’omasi, kepada NBC, Rabu (15/4/2015), di area penanaman talas jepang di Desa Nazalöu Lölöwua, saat panen perdana, petugas dari Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli mengambil umbi talas dengan harga Rp 700 per buah dan uangnya akan diberikan paling lama dua minggu setelah panen.

“Awal Maret 2015, kami memanen umbi talas jepang. Petugas Dinas Pertanian datang mengambilnya dengan harga Rp 700 per buah. Katanya, uangnya paling lama dua minggu akan diberikan,” kata Faoziduhu yang ditemani istrinya, Rostina Zega.

Namun, lanjutnya, sudah sebulan hasil penjualan kelompok tani yang mencapai Rp 57 juta itu belum mereka terima dari Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli. Hal ini sudah beberapa kali mereka ingatkan dan jawaban dinas itu akan segera diselesaikan.

Faoziduhu menuturkan, setelah talas jepang ditanam 6 bulan, mereka melakukan panen dengan hasil umbi sebanyak 3.300 buah yang harganya Rp 2,31 juta. Uang tersebut tidak langsung mereka terima karena mesti menunggu dari Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli. Sebanyak 52 kepala keluarga yang tergabung dalam Kelompok Fa’omasi mengalami hal yang sama. Satu pokok talas jepang dapat menghasilkan 50 umbi.

Untuk itu, mereka berharap hasil jerih payah mereka segera diberikan dan hal ini tidak menjadi bahan kampanye pihak tertentu menjelang Pilkada Kota Gunungsitoli.

Uang Sudah Diserahkan

Saat dihubungi NBC melalui telepon seluler, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Gunungsitoli Yunus Waruwu mengatakan, uang tersebut telah diserahkan melalui kepala desa dan pihaknya hanya bersifat memfasilitasi.

“Kami hanya memfasilitasi kepada pihak lain untuk menjual hasil umbinya. Dua hari lalu kepala desa dan yang mewakili kelompok tani mendatangi kantor dan telah diselesaikan masalahnya. Tidak ada lagi masalah untuk itu,” ujar Yunus, yang mengatakan sedang berada di sekitar Gunungsitoli Idanoi, Kamis (16/4/2015). [NDH]

Related posts