LINGKUNGAN HIDUP

Edward Zega: Sampah Belum Menjadi Ancaman di Nias Utara

Bupati Nias Utara Edward Zega (duduk) yang didampingi Kabag Humas Setda Nias Utara Notianus Telaumbanua di ruang kerjanya di Lotu, Kamis (9/4/2015). Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

Bupati Nias Utara Edward Zega (duduk) yang didampingi Kabag Humas Setda Nias Utara Notianus Telaumbanua di ruang kerjanya di Lotu, Kamis (9/4/2015). | Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

LOTU, NBC – Pemerintah Kabupaten Nias Utara menilai bahwa keberadaan sampah di wilayahnya belum dikategorikan sebagai ancaman. Untuk sementara sampah yang ada diatasi cukup dengan membakar di belakang rumah atau kantor. Pemkab akan berupaya mengusulkan pengadaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah pada waktu mendatang.

Hal ini disampaikan Bupati Nias Utara Edward Zega kepada NBC di ruang kerjanya di Lotu, Kamis (9/4/2015), yang ditemani Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Nias Utara Notianus Telaumbanua.

“Sampah belum menjadi ancaman. Berbeda dengan di kota-kota besar, sampah sudah menggunung,” ujar Edward. (Baca: Pengadaan Lahan TPA, SKPD Nias Utara Saling Tuding).

Merespons SKPD yang saling tuding, menurut Edward, yang bertanggung jawab pengadaan lahan semestinya Dinas Pekerjaan Umum Nias Utara yang berkoordiansi dengan dinas lainnya. “Tahun lalu, warga menghibahkan lahan di sekitar Lawira, Kecamatan Lotu. Namun, tidak layak menjadi TPA, selain berada di kota juga daerah pegunungan. Diupayakan pada APBD 2016,” ujarnya.

Sampah di Lotu selama ini, lanjut Edward, masih bisa ditangani dengan cara mengumpulkan di belakang rumah atau kantor lalu dibakar. Pada berita NBC sebelumnya, sampah-sampah dari perkantoran pemerintah serta warga masyarakat dibuang sembarangan akibat belum adanya tempat pembuangan akhir sampah. (Baca: Nias Utara Tidak Miliki TPA, Pegawai Buang Sampah Sembarangan)

Penelusuran NBC, suatu material agar dapat terurai di tanah dibutuhkan waktu yang cukup lama. Kertas, misalnya, terurai selama 2-5 bulan, kardus 5 bulan, sedangkan filter rokok lama terurai, yakni 10-12 tahun. Kantong plastik terurai 10-20 tahun. Selain itu, benda berbahan kulit terurai 25-43 tahun. Kaus kaki bahan nilon terurai 40 tahun. Botol plastik terurai 50-80 tahun. Jaring ikan selama 30-40 tahun. Adapun batu baterai bekas terurai 100 tahun, aluminium terurai 80-100 tahun, kaleng timah 200-400 tahun, benda berbahan kaca baru terurai 1 juta tahun, sedangkan styrofoam tidak dapat terurai. [NDH]

Related posts