KESEHATAN

Dinkes Diminta Proaktif Beri Penyuluhan tentang TB Paru

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase saat memberikan arahan pada acara peringatan TB Paru se Dunia Tahun 2015, Rabu (15/4/2015) Foto : Irwanto Hulu

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase memberikan arahan pada acara peringatan Hari TB Paru Sedunia 2015, Rabu (15/4/2015), di Kota Gunungsitoli. | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Agar warga Kota Gunungsitoli mengetahui tentang penyakit tuberkulosis paru (TB paru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Gunungsitoli beserta jajarannya diminta untuk lebih proaktif memberikan penyuluhan di semua desa/kelurahan yang ada di Kota Gunungsitoli.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase dalam arahannya pada acara peringatan Hari TB Paru Sedunia 2015, yang dilaksanakan di halaman kantor Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Jalan Diponegoro, Desa Fodo, Rabu (15/4/2015).

Wali Kota mengatakan, penyakit TB paru sudah melanda seluruh kehidupan manusia di dunia dan telah berlangsung lama. Penyakit TB paru merupakan penyakit menular.

“TB paru banyak ditularkan dalam pergaulan setiap hari karena kita tidak tahu siapa saja yang telah terkena penyakit TB paru di sekeliling kita. Tanda-tanda TB paru sering kita abaikan, dan saya imbau supaya kita sesekali melakukan pemeriksaan darah, dahak, dan melakukan rontgen paru-paru,” ujar Wali Kota Gunungsitoli.

Penyakit TB paru bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur, kebersihan lingkungan yang tidak terawat, cahaya yang masuk ke rumah dan sirkulasi udara di dalam ruangan rumah yang tidak memenuhi kriteria kesehatan, serta penempatan jamban yang tidak sesuai.

Sebelumnya, Ketua Panitia Peringatan Hari TB Paru Sedunia 2015 di Kota Gunungsitoli menjelaskan, TB paru merupakan masalah global karena angka kematian akibat penyakit tersebut sangat tinggi dan merupakan penyakit dengan angka kematian nomor 1 paling tinggi.

“Angka kematian akibat penyakit TB paru di Indonesia mencapai 88.113 orang per tahun, atau rata-rata 241 orang per hari. Namun, hingga saat ini, kematian akibat TB paru masih dianggap biasa,” ujar Ketua Panitia.

Untuk memerangi penyakit TB paru, badan kesehatan dunia membuat peringatan TB paru yang bertujuan mengingatkan tentang TB paru di dunia. Tema peringatan TB Paru tahun 2015 di Indonesia adalah “Bebas TB, Indonesia Hebat dan Sehat: Temukan Obat Sampai Sembuh Tuberkulosis”. [WAN]

Related posts