PILKADA SERENTAK 2015

Berstatus Tersangka, Ketua KPU Nias Selatan Diganti

Alfian Zenius Dachi (tengah) menggantikan Sumangeli Mendröfa (kelima dari kanan) menjadi Ketua KPU Nias Selatan.| Foto: Dokumentasi Sumangeli Mendröfa

Alfian Zenius Dachi (kelima dari kiri) menggantikan Sumangeli Mendröfa (kelima dari kanan) menjadi Ketua KPU Nias Selatan. Komisioner KPU Sumatera Utara, Mulia Banurea (tengah), Benget M Silitonga (ketiga dari kanan), Evi Novida Ginting (berjilbab), Yulhani SS (keempat dari kiri) hadir dalam rapat pleno di Kantor KPU Nias Selatan itu. | Foto: Dokumentasi Sumangeli Mendröfa

TELUKDALAM, NBC — Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Nias Selatan Sumangeli Mendröfa digantikan oleh Alfian Zenius Dakhi. Penggantian ini dilakukan  melalui rapat pleno yang dilaksanakan di kantor KPU Provinsi Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan No 35 Medan, Kamis (2/4/2015). Status tersangka yang disandang oleh Sumangeli menjadi alasan penggantian itu.

Saat dikonfirmasi oleh NBC melalui telepon selulernya, Sumangeli mengatakan bahwa penggantian Ketua KPU Nias Selatan berdasarkan musyawarah dan mufakat internal komisioner yang dibahas melalui rapat pleno dengan surat keputusan nomor 05/BA/KPU-NS-IV/2015 .

“Penggantian ini berdasarkan musyawarah dan mufakat internal komisioner melalui rapat pleno. Penggantian tersebut tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Saya tetap sebagai komisioner dan yang menjadi Ketua KPU Nias Selatan adalah Saudara Alfian Zenius Dakhi,” ujar Sumangeli.

Alasan penggantian dirinya, kata Sumangeli, untuk memperlancar proses hukum atas statusnya sebagai tersangka di Polres Nias Selatan karena dituduh tidak mengembalikan uang salah seorang anggota koperasi sekolah yang dipimpinnya sebesar Rp 30.000 pada 2012. (Baca: Gara-gara Rp 30.000, Sumangeli Dijadikan Tersangka)

“Untuk menjaga marwah KPU sehingga semua keputusan KPU nantinya tidak terganggu. Untuk itulah keputusan itu akhirnya disepakati,” ujarnya.

Komisioner KPU Sumatera Utara, Benget M Silitonga, yang dihubungi NBC, Kamis sore, mengatakan, penggantian struktur di lembaga pelaksana pemilu itu adalah hasil mufakat internal KPU Nias Selatan. “Itu sudah melalui mufakat mereka secara internal,” kata Benget.

Seperti diberitakan NBC (2/1/2015), Sumangeli ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan penggelapan pada 25 Desember 2014. Ia dilaporkan oleh Sukari Bu’ulölö, S.Th, mantan anggota koperasi sekolah itu, ke Kepolisian Resor Nias Selatan pada 6 Oktober 2014. Sumangeli disangkakan melanggar Pasal 372 KUHP, yakni melakukan penggelapan.

Kepada NBC, Kepala Polres Nias Selatan mengatakan bahwa penetapan Sumangeli menjadi tersangka sudah tepat. “Beliau (Sumangeli Mendröfa) dijadikan tersangka karena alat bukti sudah terpenuhi dan ada unsur pidana yang dilakukan oleh pelaku. Penyidik juga bekerja sesuai fakta yang terjadi, bukan asal-asalan,” kata Kepala Polres Nias Selatan AKBP Robert Da Costa kepada NBC, Sabtu (3/1/2014), saat ditemui di ruang kerjannya di Jalan Mohammad Hatta Nomor 1, Kelurahan Pasar Telukdalam, Nias Selatan.

Sementara itu, Sumangeli menyesalkan sikap Polres Nias Selatan atas kasus yang dialaminya karena hingga saat ini tidak ada kepastian hukum. Ia meminta Polres Nias Selatan supaya kasus ini diselesaikan.”Seharusnya Polres tidak menggantung-gantung kasus yang disangkakan kepada saya. Kalau sudah jelas dan masuk pengadilan, kebenaran bisa segera terungkap,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, NBC sedang berusaha mendapatkan konfirmasi soal status Sumangeli dari Polres Nias Selatan. [HER]

 

Related posts