UJIAN NASIONAL

13-15 April, Siswa SMA Sederajat di Kota Gunungsitoli Ikuti UN

Arozato Harefa

Arozato Harefa

GUNUNGSITOLI, NBC — Sebanyak 2.733 siswa SMA/SMK/MA di Kota Gunungsitoli akan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada 13-15 April 2015. UN sudah tidak lagi dipakai untuk menentukan kelulusan siswa. Kelulusan siswa dilakukan oleh pihak sekolah. Adapun pelaksanaan UN dilakukan secara gratis.

Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli Arozato Harefa kepada NBC melalui pesan singkat, Minggu (12/4/2015). “UN untuk SMA/MA berakhir pada 15 April 2015, sedangkan untuk SMK, UN berakhir hingga 16 April 2015. Pada hari keempat atau 16 April, pelajar SMK akan mengikuti ujian khusus kejuruan. Untuk itu, mereka mengikuti UN lebih lama,” katanya.

Menurut Arozato, peserta UN tingkat SMA/MA jumlahnya 1.130 siswa. Dari julah itu, laki laki 553 orang dan perempuan 577 orang. Tingkat SMK berjumlah 1.603 siswa, yang terdiri dari laki laki 921 orang dan perempuan 682 orang.

Jumlah keseluruhan 2.733 siswa SMA/SMK/MA yang akan mengikuti UN di Kota Gunungsitoli, Senin (13/4/2015), berasal dari 17 SMA/MA negeri dan swasta, serta 13 SMK negeri dan swasta yang ada di Kota Gunungsitoli.

Arozato mengimbau sekolah untuk melaksanakan UN dengan baik dan lancar, serta lebih mengutamakan kejujuran dan bukan mengejar target kelulusan siswa di sekolahnya 100 persen dengan menghalalkan segala cara.

“Keikhlasan dan idealisme guru sangat diharapkan dalam memajukan mutu pendidikan serta kesiapan siswa menghadapi UN sebab sekolah dan satuan pendidikan memiliki peranan dalam menentukan kelulusan siswa pada UN tahun ini, dan tidak seperti pada UN tahun sebelumnya,” ujarnya.

UN Berbasis Komputer

Seperti disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di MetroTV, UN sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan, tetapi dipakai untuk pemetaan pendidikan di seluruh Indonesia. Lewat UN ini, sekolah akan mendapat indeks integritas.

Menurut Anies, integritas sekolah akan dilaporkan ke perguruan tinggi. Jika indeks integritasnya tinggi, maka anak akan diuntungkan ketika mendaftar perguruan tinggi.

Untuk itu, Anies mengimbau, “Siswa diminta kejujurannya. Hasil UN akan diberikan kepada para siswa, sementara sekolah akan menerima indeks integritas.”

Mulai UN tahun ini, pemerintah mulai menguji coba pelaksanaan UN berbasis komputer. Dari 69.000, sebanyak 585 sekolah dipilih menjadi sampel pelaksanaan UN berbasis komputer.

Perlu diketahui, pelaksanaan UN tidak dipungut biaya dari siswa. Para orangtua segera melaporkan jika ada pihak sekolah yang mensyaratkan peserta membayar uang. [WAN]

Related posts