ANGGARAN PILKADA

Rp 13,4 Miliar Diajukan untuk Pilkada Kota Gunungsitoli

Kantor KPU Kota Gunungsitoli

Kantor KPU Kota Gunungsitoli di Desa Dahana Tabaloho. | Foto: Iman Jaya Lase

GUNUNGSITOLI, NBC — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli mengajukan dana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Gunungsitoli sebesar Rp 13,4 miliar.

Proposal anggaran pelaksanaan Pilkada Kota Gunungsitoli telah diserahkan komisioner KPU Kota Gunungsitoli kepada Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, di kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Senin (2/3/2015).

Hal itu diungkapkan Kepala KPU Kota Gunungsitoli Sökhi’atulö Harefa ketika dihubungi melalui telepon seluler, Senin.

“Kami telah mengajukan dana pelaksanaan pilkada di Kota Gunungsitoli kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli sebesar Rp 13,4 miliar. Besarnya dana tersebut sudah termasuk dana yang telah disetujui sebelumnya oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli sebesar Rp 3 miliar,” ungkap Sökhi’atulö.

Menurut Sökhi’atulö, dirinya bersama empat anggota KPU Kota Gunungsitoli, Aroli Hulu, Hamdan Telaumbanua, Asli Zendratö, dan Arifin Telaumbanua, menyerahkan langsung proposal tersebut kepada Wali Kota, yang didampingi Sekda Kota Gunungsitoli Edison Ziliwu, Kepala Dinas PPKAD, dan Kepala Bappeda Kota Gunungsitoli.

Seusai menerima proposal, Wali Kota mengatakan akan menindaklanjuti proposal anggaran pelaksanaan Pilkada Kota Gunungsitoli dan membahasnya dengan DPRD Kota Gunungsitoli.

Wali Kota juga mengatakan, sebelum mengajukan proposal anggaran pelaksanaan pilkada, mereka telah mengikuti sosialisasi pengalokasian dana oleh pemerintah untuk pelaksanaan pilkada di semua kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Adapun pelaksanaan tahapan pilkada, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, dilakukan enam bulan sebelum pelaksanaan pilkada yang akan digelar pada Desember 2015.

“Sesuai aturan, pelaksanaan tahapan pilkada sudah kita mulai enam bulan sebelum pilkada digelar. Artinya, sebelum pelaksanaan pilkada bulan Desember, tahapan sudah dimulai pada Mei 2015,” ujar Sökhi’atulö Harefa. [WAN]

Related posts