PROFESI KEDOKTERAN

Ini Delapan Butir Pernyataan Sikap IDI Cabang Nias

Perwakilan IDI Wilayah Sumut Dr.Rizky Adriansyah, SpA(K) saat membaca pernyataan sikap IDI terkait penghinaan yang dilakukan Kadis Kesehatan Niasel terhadap profesi dokter di Nisel, Jumat (27/3/2015) Foto : Irwanto Hulu

Perwakilan IDI Wilayah Sumut dr Rizky Adriansyah, SpA(K), saat membaca pernyataan sikap IDI terkait dugaan penghinaan yang dilakukan Kadis Kesehatan Niasel terhadap profesi dokter di Nisel, Jumat (27/3/2015). | Foto: Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Mendapat perlakuan semena-mena serta kata-kata yang tendensius menghina profesi kedokteran, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Nias, menyampaikan pernyataan sikap yang dibacakan oleh perwakilan IDI wilayah Sumatera Utara, dr Rizky Adriansyah, SpA(K). Pernyataan sikap itu dibacakan di Sekretariat IDI Cabang Nias, Jalan Mohammad Yamin No 3 Afilaza, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Jumat (27/3/2015).

Pernyataan sikap IDI ditandatangani perwakilan IDI wilayah Sumatera Utara, dr Rizky Adriansyah, SpA(K); Ketua IDI Cabang Nias dr Fatolosa Panjaitan, SpOG; dan Dewan Penasihat IDI Nias dr Hönazaro Marunduri, SpOG.

Hadir dalam konferensi pers itu para dokter yang bertugas di wilayah Nias Selatan, perwakilan dokter dari 4 daerah lain di Pulau Nias, serta para wartawan cetak, elektronik, dan media online.

Berikut 8 butir penyataan sikap IDI.

  1. IDI keberatan atas sikap oknum Kadis Kesehatan Nias Selatan atas nama MD yang dalam ucapan dan tindakan sewenang wenang, arogan, otoriter, tidak menjunjung tinggi keprofesionalannya sebagai aparat sipil negara (ASN).
  2. Meminta Kepala Dinas Kesehatan Nias Selatan agar meminta maaf kepada para dokter atas perkataannya, melakukan pembohongan publik dengan mengatakan insentif daerah Nias Selatan yang terbesar adalah bagi dokter di Nias Selatan, mengejek, mempermalukan sejawat dokter, dokter spesialis yang hadir pada rapat dengar pendapat di kantor DPRD Nias Selatan tanggal 23 Maret 2015 yang lalu.
  3. Meminta Kadis Kesehatan Nias Selatan merealisasikan pembayaran tunggakkan insentif daerah 2014 dan dana jasa kapitasi/klem BPJS para dokter tahun 2014 yang sampai saat ini belum dibayar, serta meminta transparansi pengelolaan pembayaran dana jasa Jamkesda bagi seluruh tenaga kesehatan, baik perawat,bidan, dokter dokter spesialis dalam waktu paling lama satu minggu.
  4. Jika poin di atas tidak terpenuhi, IDI meminta Bupati Nias Selatan mencopot Kadis Kesehatan Nias Selatan dan mengganti dnegan figur yang profesional, berintegritas, dapat menjadi teladan dalam sikap dan ucapannya.
  5. Meminta Bupati Nias Selatan segera merealisasikan janji janjinya dalam peningkatan kesejahteraan petugas kesehatandi jajaran Dinas KesehatanKabupaten Nias Selatan.
  6. Meminta DPRD Kabupaten Nias Selatan memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan untuk mengklarifikasi permasalahan keterlambatan pembayaran dana jasa pelayanan kapitasi/klem BPJS tahun 2014 dan insentif daerah 2014 para dokter yang sampai saat ini belum dibayar dengan membentuk panitia khusus yang hasilnya dapat dipublikasikan kepada masyarakat, khususnya bagi tenaga kesehatan di Nias Selatan.
  7. Apabila sikap yang disampaikan IDI tidak menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan dan Kepala Dinas Kesehatan, maka IDI akan menempuh jalur hukum dan aturan yang berlaku.
  8. Mengimbau semua anggota IDI yang bekerja di Kabupaten Nias Selatan untuk tetap bekerja melayani masyarakat dengan adanya jaminan kenyamanan kerja. [WAN]

Related posts