PEMBANGUNAN

Bidang Ekonomi Jadi Prioritas Kota Gunungsitoli pada 2016

Wakil Wali Kota Gunungsitoli Aroni Zendrato memaparkan 5 prioritas pembangunan di Kota gunungsitoli tahun 2016 pada Musrenbang di kantor Camat Gunungsitoli, Selasa (3/3/2015) Foto : Irwanto Hulu

Wakil Wali Kota Gunungsitoli Aroni Zendratö (tengah) memaparkan 5 prioritas pembangunan di Kota Gunungsitoli pada 2016 pada musrenbang kecamatan di kantor Camat Gunungsitoli, Selasa (3/3/2015). | Foto : Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Bidang Ekonomi menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang menjadi acuan penyusunan kegiatan pembangunan di Kota Gunungsitoli pada 2016. Selain bidang ekonomi, yang menjadi prioritas lainnya adalah bidang infrastruktur, bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan bidang aparatur.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Gunungsitoli Aroni Zendratö pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan yang digelar di Aula Kantor Camat Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Selasa (3/3/2015).

Aroni berharap kepada para peserta musrenbang, forum tersebut tidak hanya dijadikan sebagai ajang perdebatan atau seremonial belaka. Namun, forum tersebut harus menjadi kancah untuk menyaring aspirasi masyarakat dari tingkat desa, kecamatan untuk dibawa ketingkat kabupaten/kota dan provinsi.

“Karena pelaksanaan Musrenbang diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang mengamanatkan pemerintah daerah berkewajiban menyelenggarakan penyaringan aspirasi masyarakat desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi,” ujarnya.

Aroni menambahkan, penyusunan pembangunan dalam forum yang sedang digelar memiliki tema “Pembangunan Kota Gunungsitoli tahun 2016”. “Tema tersebut mengacu pada peningkatan kapasitas daya dukung produk-produk unggulan daerah berbasis jasa, perdagangan dan industri terhadap kultur perekonomian yang semakin berdaya saing,” ujarnya.

“Pada prioritas pembangunan bidang ekonomi, pemerintah akan melakukan pengembangan kapasitas produksi dan kuantitas produk-produk unggulan daerah berbasis jasa, perdagangan, dan industri untuk memberikan kultur perekonomian daerah yang semakin berdaya saing.”

Infrastruktur

Untuk bidang infrastruktur, kata Aroni, pemerintah akan melakukan pengembangan kapasitas daya dukung infrastruktur dasar dan strategis terhadap pengembangan sudut daya dukung ekonomi lokal secara merata di semua wilayah Kota Gunungsitoli.

Bidang Pendidikan, pemerintah akan melakukan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyelenggaraan pendidikan berkualitas, sejahtera di seluruh kota Gunungsitoli.

“Di bidang kesehatan, pemerintah akan melakukan pengembangan kapasitas cakupan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas dalam rangka melakukan kesehatan secara merata di seluruh kota Gunungsitoli. Adapun di bidang aparatur, pemerintah akan melakukan pengembangan kapasitas dan kualitas cakupan pelayanan publik melalui peningkatan kopetensi aparatur sipil daerah melalui pengembangan prinsip-prinsip tata kelola pemerintah,” ujarnya.

Tidak lupa dia menambahkan, penetapan prioritas pembangunan daerah pada 2016 pada hakikatnya merupakan upaya pembangunan yang berkesinambungan dan saling bersinergi.

“Pembangunan di Kota gunungsitoli dalam kurun waktu terakhir sudah terlaksana dengan baik. Namun, beberapa pembangunan yang sifatnya mendasar seperti pengurangan ketimpangan pembangunan, pengurangan angka kemiskinan, peningkatan jaringan dan jangkauan pelayanan dasar, kami akui, masih belum optimal dilakukan sebagaimana harapan kita semua,” ungkap Aroni.

Dia mengajak semua peserta musrenbang untuk perlu membangun komitmen bersama dan memberikan waktu dan kemampuannya sesuai peran dan fungsi masing-masing dalam membantu keberhasilan pembangunan di Kota Gunungsitoli.

Di tempat yang sama, Camat Gunungsitoli Vince P Hulu mengatakan, dari 29 desa dan 3 kelurahan yang ada di Kecamatan Gunungsitoli, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari adminitrasi Kecamatan Gunungsitoli. NBC belum mendapatkan usulan-usulan pembangunan di ke-29 desa dan 3 kelurahan tersebut.

Dia berharap, musrenbang yang digelar dapat menjadi sarana aspirasi bagi warga Kecamatan Gunungsitoli, dan mengimbau pemerintah desa yang mengikuti musrenbang tidak mengulangi apa yang telah diajukan, tetapi memberikan penjelasan yang detail terkait usulan yang diberikan.

Pada musrenbang tersebut, selain Wakil Wali Kota Gunungsitoli, juga hadir Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa dan sejumlah anggota DPRD Kota Gunungsitoli, Ketua Bappeda Kota Gunungsitoli, dan beberapa kepala SKPD di Kota Gunungsitoli. [WAN]

Related posts