PARIWISATA

Ada Festival Layang-layang di Gunungsitoli

GUNUNGSITOLI, NBC —  Untuk mempromosikan pariwisata di Kota Gunungsitoli, pemerintah daerah setempat akan menggelar Festival Layang-layang pada 28-29 Maret 2015. Festival ini terbuka untuk umum, baik masyarakat lokal, luar daerah, maupun luar negeri.

Festival layang-layang yang dilaksanakan untuk pertama kalinya tersebut menggandeng Museum Pusaka Layang-Layang Pusat. Sebelum festival dilaksanakan, menurut rencana, pihak museum akan bertandang ke Gunungsitoli pada 13 Maret 2015. Kedatangan pihak museum ini bertujuan mencari lokasi pelaksanaan festival, sekaligus melihat potensi wisata di Kota Gunungsitoli.

“Inginnya dilaksanakan di lapangan eks TPI atau Pantai Luaha. Namun, mengenai lokasi pastinya, nanti menunggu hasil survei tim Museum Pusaka Layang-layang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kota Gunungsitoli Pintar Zebua, Selasa (3/3/2015).

Keinginan Masyarakat 

Selain sebagai promosi pariwisata, kata Pintar, pelaksanaan festival ini juga merupakan keinginan masyarakat yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan bisa menyalurkan kegemaran masyarakat Nias, khususnya Gunungsitoli, yang mulai menyukai permainan layang-layang. Festival ini pun diharapkan bisa menghibur masyarakat karena diadakan bertepatan dengan peringatan 10 tahun gempa Nias.

“Pada 28 Maret, 100 pelajar dan masyarakat umum akan mendapat pelatihan cara membuat layang-layang oleh tim Museum Pusaka Layang-layang sehingga rasa trauma akan gempa terlupakan karena kesibukan membuat layang-layang. Lalu, keesokan harinya, tanggal 29, semua layang-layang yang dibuat tersebut akan diterbangkan serentak,” ujarnya.

Ia mengemukakan, bagi ke-100 pelajar dan masyarakat umum yang ikut dalam pelatihan tersebut, panitia akan menyediakan peralatan. Akan tetapi, masyarakat atau pelajar lainnya yang juga ingin mengikuti pelatihan tersebut diberikan kesempatan, tetapi harus menyediakan alat dan bahan sendiri.

Informasi pendaftaran, lanjut Pintar, bisa ditanyakan ke Kantor Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kota Gunungsitoli. Setelah festival layang-layang, pada pertengahan 2015 Pemerintah Kota Gunungsitoli juga akan menggelar festival buah.

Pintar menambahkan, pada 19 Maret 2015, Sanggar Budaya Kota Gunungsitoli juga akan tampil pada Pekan Raya Sumatera Utara 2015 di Medan. Sanggar Budaya yang terdiri atas 19 personel itu akan menampilkan beberapa tarian, antara lain tari Sekapur Sirih dan tari Tuwu, serta vokal grup dengan lagu daerah Nias. [ANO]

Related posts