PERTANIAN

Wali Kota Gunungsitoli Panen Perdana di Desa Tetehösi I

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase panen perdana menggunakan mesin panen di Desa Tetehosi I, Gunungsitoli Idanoi, Senin (9/2/2015) Foto Irwanto Hulu

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase melakukan panen perdana menggunakan mesin panen di Desa Tetehösi I, Gunungsitoli Idanoi, Senin (9/2/2015). | Foto: Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase melakukan panen perdana padi sawah milik Kelompok Tani Sederhana di Desa Tetehösi I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Senin (9/2/2015).

Panen perdana jenis padi gogo gendit Kelompok Tani Sederhana, yang penanamannya dimulai Oktober 2014 di bawah bimbingan Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli, sebesar 7,52 ton padi per hektar.

Pada acara panen perdana, Wali Kota mengatakan, hingga kini lahan sawah yang ada di Kota Gunungsitoli lebih kurang 2.000 hektar. Pengelolaan sawah di Kota Gunungsitoli belum dimaksimalkan seluruhnya.

Kendala yang dialami adalah kurangnya irigasi dan peralatan, sulit mendapatkan bibit, terjadi kelangkaan pupuk, serta kurangnya sumber daya manusia yang bergerak di bidang pertanian di Kota Gunungsitoli.

Namun, permasalahan tersebut tidak mengurangi semangat Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk memberhasilkan program ketahanan pangan di kota ini sesuai program pemerintah.

“Ketahanan pangan harus berhasil kita lakukan dalam tiga tahun. Kita upayakan Kota Gunungsitoli mandiri pangan tahun ini. Minimal di atas lahan 1.000 hektar. Kalau panen dua kali dalam setahun, kita sudah mandiri pangan,” ujar Wali Kota.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Enueri Zebua, di tempat yang sama, dalam laporannya menyampaikan, hingga kini air dari irigasi Kabupaten Nias tidak sampai ke lahan pertanian milik petani di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi.

Oleh karena itu, budidaya padi di daerah tersebut tidak berhasil. Petani hanya menggunakan sistem sawah tadah hujan dan pompanisasi untuk mengaliri air di sawah mereka.

Bantuan Dinas Pertanian

Dalam membantu petani, Dinas Pertanian melalui PPL menfasilitasi petani dengan mengadakan benih dan alat pengolahan tanah serta meminjamkan tiga traktor tangan.

“Fasilitas yang kami berikan kepada petani akan berkelanjutan. Saat ini kami sudah memiliki mesin panen dan mesin tanam padi di Dinas Pertanian sehingga petani bisa meminjam,” kata Enueri.

Dengan adanya mesin tanam dan mesin panen, menurut Enueri, petani yang sebelumnya hanya bisa mengelola maksimal setengah hektar sawah per hari kini bisa mengelola 1 hektar sawah per hari.

PPL Desa Siwalumbanua I dan Tetehösi I, Junita Sri Rahayu Zebua, yang ditemui NBC di tempat yang sama, menjelaskan, kelompok tani yang panen saat ini adalah kelompok tani dampingannya, Kelompok Tani Sederhana.

Luas sawah milik kelompok tani ini 5,4 hektar, tetapi yang ikut dalam program Dinas Pertanian hanya 4,6 hektar. Panen perdana saat ini, menurut dia, sebesar 7,52 ton perhektar.

Ia menambahkan, selain Kelompok Tani Sederhana, dirinya juga mendampingi Kelompok Tani Tafaeri dengan luas sawah 6,4 hektar. Kelompok Tani Tafaeri melakukan panen perdana pada Rabu (4/2/2015) lalu. Panen Kelompok Tani Sederhana sebesar 7,52 ton per hektar. [WAN]

Related posts