Sidang Gugatan Pemenang Tender Alkes Ditunda

Sidang gugatan CV Karya Sendoro terhadap Bupati Nias | Foto:NBC/Irwanto Hulu

Sidang gugatan CV Karya Sendoro terhadap Bupati Nias | Foto:NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Sidang perdana gugatan Direktur CV Karya Sendoro, Sonitehe Telaumbanua terhadap Bupati Nias Sökhiatulö Laoli dan Direktrur Rumah Sakit Umum Gunungsitoli di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Rabu (11/2/2015) ditunda. Sidang akan digelar kembali, Rabu (11/3/2015).

Sidang gugatan tersebut terkait pembatalan CV Karya Sendoro sebagai pemenang tender pengadaan alat kesehatan di RSU Gunungsitoli tahun 2012 dengan pagu dana sebesar Rp 15 miliar. Pengamatan NBC di Pengadilan, sidang yang digelar sempat molor beberapa jam hingga akhirnya diputuskan ditunda.

Sidang yang dipimpin Anggota Majelis Hakim Asiong mestinya dimulai pukul 10.00, tetapi baru digelar pada pukul 15.30. Setelah terjadi perdebatan antara penggugat dengan hakim, sidang ditutup dengan alasan tidak dapat dilanjutkan, karena Ketua Majelis Hakim Khamozaro Waruwu sedang tugas di luar daerah.

Menurut Asiong, jika Ketua Majelis Hakim Khamozaro Waruwu tidak hadir, maka sidang tidak dapat dilanjutkan. Ketua Majelis Hakim tidak bisa digantikan oleh hakim anggota untuk memimpin sidang, sehingga sidang terpaksa ditunda hingga bulan depan.

Tergugat Tidak Hadir

Alasan lain penundaan sidang menurut hakim, karena para tergugat di antaranya Bupati Nias, Direktur RSU Gunungsitoli, Direktur PTWinatindo Bratasena Fadli Nasution dan Komisaris PT Winatindo Bratasena Ridwan Winata tidak hadir.

Pengadilan Negeri Gunungsitoli telah memanggil Bupati Nias dan Direktur RSU Gunungsitoli untuk mengikuti sidang gugatan tersebut, namun keduanya tidak hadir tanpa pemberitahuan.

Sedangkan Direktur PT Winatindo Bratasena Fadli Nasution dan Komisaris PT Winatindo Bratasena Ridwan Winata, telah dipanggil melalui Pengadilan Negeri Medan, dan hingga saat ini surat panggilan tersebut belum ada jawaban.

Terdakwa Kasus Korupsi

Pada fakta persidangan, sesuai perdebatan antara penggugat dengan Hakim Majelis, terkuak jika Komisaris/pemilik PT Winatindo Bratasena Ridwan Winata berstatus tahanan Pengadilan Lampung, dan kini sedang ditahan di rumah tahanan Lampung.

Sonitehe meminta hakim untuk melayangkan panggilan kepada Ridwan Winata ke rumah tahanan Lampung dan tidak hanya pada alamat yang tertera di KTP Ridwan Winata.

Menurut Sonitehe pada persidangan, Ridwan Winata saat ini sedang berstatus terdakwa dan ditahan di rumah tahanan Lampung terkait dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan.

Permintaan Sonitehe pada persidangan menjadi pertimbangan majelis hakim, dan hakim menjelaskan jika surat panggilan dikirim ke Pengadilan Negeri Medan, karena sesuai data masuk di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, alamat Ridwan Winata sesuai KTP berada di Medan, Sumatera Utara.

Pada berita sebelumnya, telah dibeberkan jika gugatan Direktur CV Karya Sendoro, Sonitehe Telaumbanua terhadap Bupati Nias dilayangkan ke Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Senin (19/1/2015). Sonitehe menggugat agar surat keputusan Bupati Nias tentang sanggahan banding, dan surat keputusan direktur RSU Gunungsitoli tentang pembatalan pengumuman, dibatalkan.

Karena sebelum surat kepurtusan tersebut diterbitkan, CV Karya Sendoro telah diumumkan sebagai pemenang tender pelaksanaan proyek pengadaan alkes di RSU Gunungsitoli dengan pagu dana Rp 15 miliar. [WAN]

Related posts