DATA KEPENDUDUKAN

Sekitar 10.000 Warga Nias Utara Belum Punya KTP Elektronik

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nias Utara, Rabu (25/2/2015). | Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nias Utara, Rabu (25/2/2015). | Foto NBC/Onlyhu Ndraha.

LOTU, NBC – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nias Utara sejak Januari 2015 sudah mampu mencetak kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) tanpa pengiriman data ke pusat. Pada awal tahun ini sudah membagikan 1.000 KTP-el kepada masyarakat. Diperkirakan masih ada 10.000 orang lagi warga Nias Utara yang belum melakukan perekamanan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Nias Utara Ya’aro Zai kepada NBC, Rabu (25/2/2014), melalui telepon seluler.

“Didukcapil Nias Utara sudah bisa mencetak sendiri KTP elektronik tanpa datanya dikirim ke pusat,” ujar Ya’aro yang tengah berada di Bandara Binaka itu.

Diperkirakan Ya’aro, hingga sekarang, warga Nias Utara yang belum melakukan perekaman KTP-el sekitar 10.000 orang. Kendala warga tersebut karena berada di luar Pulau Nias. “Barang siapa yang masih belum memiliki KTP-el, segera datang ke kantor Disdukcapil,” ujarnya.

Bagi warga yang ingin mengurus KTP-el, kata Ya’aro, syaratnya hanya membawa kartu keluarga (KK) di Kantor Dukcapil Nias Utara. Setelah dilakukan perekaman, 2 minggu setelah itu yang bersangkutan sudah dapat mengambil KTP elektroniknya.

Setelah dicek ulang, menurut Ya’aro, pada 2014, Kementerian Kependudukan belum mencetak sebanyak 5.000 KTP-el warga Nias Utara. “Untuk itu, data warga itu langsung diambil dari pusat untuk dikelola petugas dan dicetak di Nias Utara,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa minggu yang lalu, kata Ya’aro, pihaknya telah melakukan pemantauan di beberapa kecamatan. Alat perekaman yang disuplai dari pusat pada 2013 mulai rusak dan tidak berfungsi. Untuk itu, melalui camat setempat, Ya’aro mengimbau agar warga yang mengurus KTP langsung ke Kantor Disdukcapil. “Alat perekaman di kecamatan ada yang rusak dan tidak berfungsi,” kata Ya’aro. [NDH]

Related posts