Pelatihan Penangkaran Bibit Padi Unggul Digelar di Gunungsitoli

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara menyerahkan bantuan bibit dan pupuk kepada Wali Kota Gunungsitoli | Foto/NBC/Irwanto Hulu

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara menyerahkan bantuan bibit dan pupuk kepada Wali Kota Gunungsitoli | Foto/NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI IDANOI, NBC — Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara menggelar pelatihan penangkaran bibit padi unggul bersertifikat di Kota Gunungsitoli 12-14 Februari 2015. Pelatihan yang dibuka Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase di Kantor Camat Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Kamis (12/2/2015), diikuti oleh sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli, Petani yang ada di Kota Gunungsitoli, dan Bintara Pembina Masyarakat (Babinsa) dari Kodim 0213/Nias.

Kadis Pertanian Provinsi Sumatera Utara M. Roem S mengatakan, tahun ini hanya Kota Gunungsitoli satu-satunya daerah di Sumatera Utara yang dapat bekerja sama dengan Mercy-USA untuk menggelar pelatihan tersebut. Ia berharap kerja sama yang dijalin Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli dengan Mercy-USA bisa memberikan pencerahan.

Pemerintah Kota Gunungsitoli yang telah menyediakan lahan penangkaran bibit padi seluas 20 hektar, sehingga ditambah lahan penangkaran yang diadakan Dinas Pertanian Provinsi Sumut seluas 8 hektar, maka lahan penangkaran di Kota Gunungsitoli seluruhnya seluas 28 hektar.

Kadis Pertanian Provinsi Sumatera Utara menerangkan, pemilihan bibit yang baik memegang peranan strategis, sedangkan ciri ciri-ciri benih yang baik adalah bibit padi yang jelas asal usulnya dan memiliki sertifikat. Menggunakan bibit unggul bersertifikat, sangat berpengaruh pada hasil produktivitas yang bisa mencapai 30 persen, sehingga jika dilakukan pemupukan dan pengairan yang baik dan benar, bisa dipastikan tingkat keberhasilan panen mencapai 90-100 persen.

PPL juga diminta untuk bekerja dengan ikhlas di lapangan, dan membantu petani dalam menyusun rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), dan menguasai data dasar wilayah kerja masing masing. Kadis Pertanian Provinsi melarang benih/bibit padi hasil penangkaran, kecuali benih/bibit hasil penangkaran tersebut ditangkarkan kembali oleh masyarakat yang membelinya. [WAN]

 

Related posts