KURIKULUM PENDIDIKAN

Kelulusan Ditentukan Sekolah, Kualitas Siswa Tetap Ditingkatkan

Sumber Foto: www.kesekolah.com

Sumber Foto: www.kesekolah.com

GUNUNGSITOLI, NBC – Penentuan kelulusan siswa yang kini dikembalikan ke pihak sekolah menjadi tantangan berat bagi setiap sekolah dalam membuktikan kualitas siswanya. Untuk itu, setiap sekolah diimbau tidak terlena dan tetap mempersiapkan siswanya semaksimal mungkin.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli Firman Lase saat ditemui NBC di Kantor Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Jl. Nias Tengah Desa Faekhu, Gunungsitoli Selatan, Selasa (10/2/2015).

Meski 100 persen ditentukan sekolah, Firman mengatakan, masih ada kriteria kelulusan yang ditetapkan secara nasional, misalnya masih menggunakan nilai standar kelulusan.

“Contohnya nilai minimal 65. Untuk mencapai nilai ini pun tidak hanya dinilai dari akademik, tetapi juga perilaku siswa,” kata Firman.

Menurut dia, pemberian otoritas ini bisa jadi sama seperti tahun 1980-an, yakni nilai Ujian Nasional (UN) digunakan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. Dengan begitu, tentu saja setiap sekolah harus mempersiapkan peserta didiknya dengan baik. Karena umumnya penilaian sekolah berkualitas dilihat dari semakin banyaknya lulusan sekolah tersebut yang masuk perguruan tinggi negeri.

Sayangnya, Firman melihat motivasi sekolah dalam menciptakan lulusan berkualitas masih rendah. Faktor penyebab di antaranya, minimnya fasilitas dan kesadaran sekolah dalam mempersiapkan siswanya sedini mungkin.

“Mempersiapkan siswa itu bukan pada saat menghadapi UN, tetapi sebaiknya dimulai sejak kelas I. Untuk itulah Dinas Pendidikan berperan mendorong dan mengawasi proses belajar-mengajar di sekolah sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Akan tetapi, semuanya bergantung pada sekolah masing-masing, apakah mau meningkatkan kualitasnya atau tidak,” ujarnya.

Firman mengemukakan,  sampai saat ini belum ada petunjuk resmi atau surat edaran dari Kementerian Pendidikan terkait kebijakan baru tersebut. Oleh karena itu, mengenai kriteria maupun standar kelulusan masih harus dibahas lagi sebelum pelaksanaan Ujian Nasional pada April 2015 mendatang.

Kembali ke Kurikulum 2006

Terkait penerapan Kurikulum 2013, Firman mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli telah menyampaikan imbauan secara tertulis kepada pengelola sekolah jika ada yang berniat melanjutkan penerapan kurikulum tersebut, tetapi belum mencapai 3 semester diminta agar kembali ke Kurikulum 2006.

“Ada tiga sekolah yang bermaksud melanjutkan Kurikulum 2013, 2 SMA dan 1 SD. Akan tetapi, sesuai dengan petunjuk Menteri Pendidikan, sekolah yang melaksanakan Kurikulum 2013 belum mencapai 3 semester agar kembali ke Kurikulum 2006,” ungkapnya.

Sementara terkait penilaian, Firman mengatakan, akan dikonversi dan ditambahkan dengan nilai semester ini (semester yang menggunakan Kurikulum 2006). [ANO]

Related posts