Kelangkaan Pupuk dan Bibit, Masalah Petani Gunungsitoli

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase panen perdana menggunakan mesin panen di Desa Tetehosi I, Gunungsitoli Idanoi, Senin (9/2/2015) | Foto:NBC/Irwanto Hulu

Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase panen perdana menggunakan mesin panen di Desa Tetehosi I, Gunungsitoli Idanoi, Senin (9/2/2015) | Foto:NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Selain masalah irigasi, kelangkaan pupuk dan sulitnya memperoleh bibit padi yang menjadi masalah utama yang dialami oleh petani di Kota Gunungsitoli. Wali Kota Gunungsitoli diminta memberikan solusi.

Keluhan tersebut diungkapkan sejumlah petani kepada Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase yang didampingi Sekda Kota Gunungsitoli Edison Ziliwu pada acara panen perdana Kelompok Tani Sederhana di Desa Tetehosi I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Senin (9/2/2015).

“Setelah panen perdana, kami tidak tahu harus mencari di mana bibitnya. Bibit Padi Gogo Gendit yang sebelumnya diberikan oleh Dinas Pertanian, dan tidak dijual di pasar,” ujar salah seorang petani.

Kesulitan lainnya menurut para petani adalah tidak tersedianya pupuk di pasaran. Saat musim tanam dan mulai panen, pupuk di pasar mulai langka. Sehingga, gagal panen sering terjadi akibat ketiadaan pupuk.

Akar Masalah

Menanggapi keluhan petani, Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase mengatakan, Pemerintah Kota Gunungsitoli bersama unsur Muspida akan mencari akar permasalahan kelangkaan pupuk. Pihaknya juga akan menemui pimpinan PT Pusri Medan yang menyuplai pupuk di Kota Gunungsitoli.

Sedangkan mengenai bibit, Pemkot Gunungsitoli sementara waktu tetap menfasilitasi pengadaan bibit kepada petani. “Kita akui, kelangkaan pupuk di Kota Gunungsitoli terjadi akibat permainan yang kurang baik, dan kerap terjadi pada musim tanam dan musim panen. Semua yang dikeluhkan petani akan segera kita sikapi semaksimal mungkin,” ujar Martinus.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Hadirat ST Gea mengatakan, masalah kelangkaan pupuk sudah menjadi skala nasional. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk mencari pupuk alternatif seperti pupuk kompos untuk digunakan petani, dan pemerintah diminta mencari formula baru, supaya masyarakat tidak bergantung pada pupuk subsidi atau pupuk kimia. [WAN]

Related posts