INFRASTRUKTUR PERTANIAN

Irigasi di Persawahan Awöni La’usö Mulai Dibangun

Suasana peletakan batu pertama pada bangunan irigasi di Desa Awoni Lauso. Foto NBC.

Suasana peletakan batu pertama pada bangunan irigasi di Desa Awöni La’usö. | Foto: NBC/Nitema Mendröfa

IDANÖGAWO, NBC – Dinas Pertanian Kabupaten Nias dengan anggaran sebesar Rp 550 juta dari APBN 2015 memulai pembangunan irigasi di Desa Awöni La’usö, Kecamatan Idanögawo. Pembangunan irigasi tersebut ditandai dengan pemasangan batu pertama oleh Bupati Nias Sökhi’atulö Laoli pada Jumat (13/2/2015).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nias Yuni’aro Nazara mengatakan, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan hasil panen padi sawah adalah dengan membangun sarana irigasi.

“Pemerintah Kabupaten Nias melalui Dinas Pertanian menganggarkan dana sebesar Rp 550 juta bersumber dari dana APBN 2015 untuk  biaya pembangunan sarana irigasi di Desa Awöni La’usö, Kecamatan Idanögawo,” ujarnya.

Pembangunan irigasi ini, kata Yuni’aro, akan menyuplai air untuk areal sawah seluas sekitar 500 hektar. “Dengan begitu, para petani akan terbantu ketika musim kemarau tiba. Kemudian, hasil panen diharapkan akan meningkat ketimbang biasanya setelah irigasi ini selesai dikerjakan,” ujarnya.

Rencana Swasembada

Dalam sambutannya Bupati Nias Sökhi’atulö Laoli, seusai peletakan batu pertama pada bangunan irigasi di Awöni La’usö, mengatakan, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Nias belum mampu berswasembada beras secara lokal. Berasa untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Nias masih didatangkan dari luar daerah.

“Kabupaten Nias masih kekurangan beras sekitar 1.704 ton setiap tahun. Untuk memenuhi kuota tersebut kita harus menyediakan lahan baru sekitar 355 hektar. Oleh karena itu, kita tidak perlu apatis dan berdiam diri. Kita harus mencari alternatif peningkatan produksi dengan berbagai penerapan teknologi, baik dari sistem penerapan teknologi budidaya, pengamanan produksi, maupun pascapanen,” ujarnya.

Sökhi’atulö  berharap, dengan adanya sarana irigasi ini, diharapkan dapat meningkatkan hasil panen padi di wilayah Kabupaten Nias. Ia berpesan kepada Dinas Pertanian, kuhususnya bidang penyuluh pertanian lapangan (PPL), agar memfokuskan dalam pembinaan serta pendampingan kepada petani sawah. [TEM]

Related posts