REMUNERASI PEGAWAI

GBD Nias Selatan Tuntut Gaji Mereka Dibayar

Guru bantu daerah Nias Selatan menagih honor mereka yang belum dibayarkan. | Foto: Suhertiyanus Dakhi

Guru bantu daerah Nias Selatan menagih honor mereka yang belum dibayarkan. | Foto: Suhertiyanus Dakhi

TELUKDALAM, NBC – Ratusan guru bantu daerah (BGD) mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dengan mendatangi kantor Kepala Dinas Pendidikan untuk segera melunasi gaji mereka yang belum dibayarkan sejak September hingga Desember 2014.

“Kedatangan kami di sini untuk meminta Dinas Pendidikan Nias Selatan segera membayarkan gaji kami selama empat bulan, yaitu dari September hingga Desember 2014. Kami juga menagih janji Kepala Dinas Pendidikan yang mengatakan bahwa 5 Februari 2015 gaji kami akan dibayarkan, tetapi pada kenyataannya sampai hari ini belum terealisasi,” ujar Fotuho, koordinator aksi, Rabu (11/2/2015), yang disambut teriakan mengiyakan dari GBD lainnya.

Selain itu, Fotuho juga menyampaikan bahwa mereka merasa ditipu oleh pihak Dinas Pendidikan Nias Selatan karena tidak menyerahkan surat perjanjian kontrak (SPK) GBD tahun 2014 kepada mereka selama ini. Ia juga meminta Dinas Pendidikan menindaklanjuti kesepakatan bersama antara DPRD Nias Selatan terkait dengan penerimaan GBD tahun 2015.

“Kami minta Dinas Pendidikan supaya menidaklanjuti hasil kesepakatan bersama dengan anggota DPRD Nias Selatan tentang kuota perekrutan GBD 2015 sebanyak 1.500 orang dengan memprioritaskan GBD lama yang berkualitas dengan memperhatikan kualifikasi pendidikan dan keaktifan di sekolah selama mengajar,” kata Fatuho.

Tolak Hasil GBD

Para GBD, yang berdemo kemarin, juga menolak hasil seleksi perekrutan GBD tahun 2015 karena diduga penuh dengan rekayasa. Menurut Fotuho, ditemukan beberapa nama yang tidak ikut ujian seleksi, tetapi pada pengumuman dinyatakan lulus seleksi.

“Kami menolak hasil seleksi GBD yang diumumkan oleh Dinas Pendidikan Nias Selatan karena ada nama peserta calon GBD yang tidak mengikuti ujian seleksi pada 24 Januari 2015, tetapi memiliki nilai dan dinyatakan lolos,” tuturnya sambil menyebut salah satu nama.

Menurut Fotuho, hasil seleksi penerimaan setiap kecamatan tidak sesuai dengan pengumuman Kepala Dinas Pendidikan bernomor 800/2718-DISDIK/XII/2014 tentang penerimaan calon GBD tertanggal 22 Desember 2014.

“Hasil pemeringkatan per kecamatan itu tidak didasari berapa nilai minimum yang dinyatakan lulus seleksi GBD. Ada peserta dengan nilai 32 dinyatakan lulus, sementara nilai 50 dinyatakan tidak lulus,” kata Fotuho.

Berjanji Tindak Lanjuti

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Jonius Dachi, yang menerima kedatangan GBD, menyampaikan bahwa apa yang menjadi tuntutan GBD akan disampaikan kepada pimpinan. “Kami akan tampung aspirasi teman-teman untuk kami sampaikan kepada Kadis Pendidikan,” kata Jonius. Saat demonstrasi GBD, Kepala Dinas Pendidikan tidak berada di tempat.

Sebelumnya, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi, terkait dengan belum terbayarkannya gaji GBD dan perawat tidak tetap daerah (PTTD) sejak September 2014 sampai dengan Januari 2015, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi meminta maaf. Bupati mengakui bahwa gaji GBD dan PTTD tidak dianggarkan sepenuhnya pada tahun anggaran 2014. Ia pun berjanji akan tetap membayarkannya (Baca: Gaji GBD dan PTTD Tunggu Pencairan P-APBD 2014 Nias Selatan).

Informasi yang dikumpulkan NBC, gaji GBD 2014 dijanjikan akan ditransfer pada Rabu (11/2/2015). [HER]

Related posts