DPRD Bahas Ranperda Lambang Daerah Kota Gunungsitoli

Pelaksanaan konsultasi publik Ranperda Lambang Daerah Kota Gunungsitoli di Kantor Camat Gunungsitoli, Senin (16/2/2015) Foto : NBC/Irwanto Hulu

Pelaksanaan konsultasi publik Ranperda Lambang Daerah Kota Gunungsitoli di Kantor Camat Gunungsitoli, Senin (16/2/2015) Foto : NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Lambang Daerah Kota Gunungsitoli menggelar forum konsultasi publik untuk menghimpun masukan dan saran terkait lambang daerah yang akan dirumuskan dalam peraturan daerah di Kantor Camat Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Senin (16/2/2015).

Pantauan NBC, para tokoh masyarakat menyarankan agar isi lambang daerah yang dianggap tidak sesuai dengan adat istiadat, harus dihapus. Salah seorang tokoh masyarakat yang hadir, Tapak Wong mengatakan, lambang daerah yang diajukan Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Ranperda sudah sesuai. Meski demikian, masih perlu diperbaiki terutama pada sebagian ornamen yang ada di dalam lambang.

“Lambang daerah yang diajukan sudah cocok, tetapi masih harus diperbaiki ornamen yang ada di dalamnya. Yang perlu diubah adalah warna ornamen yang terlalu banyak. Sebab, sesuai budaya Nias, hanya ada empat warna yang biasa digunakan yaitu merah, hitam, kuning dan putih,” tutur Tapak Wong.

Ketua Pansus Lambang Daerah, Nehemia Harefa mengatakan, konsultasi publik ini penting dilakukan untuk menyaring aspirasi masyarakat sebelum ditetapkan sebagai Perda Lambang Daerah.

“Masukan dari para tokoh masyarakat akan dijadikan bahan pertimbangan dan penyempurnaan Ranperda yang diajukan Pemkot Gunungsitoli sebelum ditetapkan menjadi Perda,” ujarnya.

Konsultasi publik ini akan terus dilakukan di seluruh kecamatan yang ada Kota Gunungsitoli. [WAN]

Related posts